kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz, Sehingga Total Ada 14 Kapal Sejak Konflik


Rabu, 11 Maret 2026 / 21:02 WIB
Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz, Sehingga Total Ada 14 Kapal Sejak Konflik
ILUSTRASI. Kapal tanker di Selat Hormuz (REUTERS/Hamad I Mohammed)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Ada tiga kapal lagi diserang oleh proyektil tak dikenal di Strait of Hormuz, menurut perusahaan keamanan maritim. Sehingga total kapal yang terkena sejak konflik Iran dimulai mencapai 14 kapal.

Sejak Donald Trump dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, pelayaran di selat sempit ini nyaris terhenti. Gangguan tersebut menahan ekspor sekitar seperlima pasokan minyak dunia, mendorong harga minyak global melonjak ke level tertinggi sejak 2022.

Kapal Mayuree Naree terkena dua proyektil saat melintasi selat pada Rabu (11/3/2026), menyebabkan kebakaran dan kerusakan ruang mesin, menurut operator kapal Precious Shipping. Tiga awak dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin, sementara 20 kru lainnya berhasil dievakuasi ke Oman.

Baca Juga: Shell Nyatakan Force Majeure untuk Pasokan LNG Qatar ke Pelanggan Global

Gambar yang disediakan oleh angkatan laut Thailand menunjukkan asap keluar dari bagian belakang kapal. Sementara itu, Pengawal Revolusi Iran menyatakan kapal tersebut ditembak oleh unit mereka, menandai dugaan keterlibatan langsung pertama mereka dengan kapal.

Dua Kapal Lain Alami Kerusakan Ringan

Kapal kontainer berbendera Jepang ONE Majesty mengalami kerusakan ringan 46 km barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, saat berlabuh di Teluk. Semua kru selamat, dan kapal tetap beroperasi normal.

Kapal bulk carrier berbendera Marshall Islands Star Gwyneth juga terkena proyektil di wilayah sekitar 50 mil barat laut Dubai, merusak lambung kapal namun tanpa korban awak.

Sejak konflik dimulai, Angkatan Laut AS menolak permintaan industri pelayaran untuk pengawalan militer rutin melalui Selat Hormuz karena risiko serangan terlalu tinggi, meskipun Trump menyatakan kesiapan untuk mengawal kapal tanker jika diperlukan.

Insiden ini menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global dan risiko kenaikan harga lebih lanjut, seiring konflik AS-Israel dengan Iran terus berlanjut dan mengancam jalur ekspor energi utama dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×