kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

AS Tingkatkan Aset Militer di Timur Tengah, Trump Tekan Iran Soal Nuklir


Jumat, 13 Februari 2026 / 15:12 WIB
AS Tingkatkan Aset Militer di Timur Tengah, Trump Tekan Iran Soal Nuklir
ILUSTRASI. Presiden Trump isyaratkan penguatan militer di Timur Tengah. Gugus tempur kapal induk tambahan akan dikerahkan. Apa dampaknya pada negosiasi Iran? (Javad Parsa/NTB/via REUTERS)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan penguatan kehadiran militer Negeri Paman Sam di kawasan Timur Tengah di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan dengan Iran.

Melalui platform Truth Social pada Kamis (waktu setempat), Trump membagikan artikel dari The Wall Street Journal berjudul “Pentagon Prepares Second Aircraft Carrier to Deploy to the Middle East” tanpa komentar tambahan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Pentagon memerintahkan persiapan satu gugus tempur kapal induk tambahan untuk dikerahkan ke kawasan tersebut.

Menurut pejabat AS yang dikutip media tersebut, gugus tempur itu akan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di Timur Tengah.

Seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut juga mengatakan kepada The Associated Press bahwa kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, diperintahkan berlayar dari Laut Karibia menuju Timur Tengah. Pengerahan ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Baca Juga: Pengacara Terkemuka Goldman Sachs Mundur Usai Pengungkapan Dokumen Epstein

Dengan langkah ini, AS akan menempatkan dua kapal induk beserta kapal perang pengawalnya di kawasan tersebut. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar menyepakati kesepakatan baru terkait program nuklirnya.

Sebelumnya, USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak berpeluru kendali tiba di Timur Tengah lebih dari dua pekan lalu.

Diplomasi AS-Iran Masih Berjalan

Laporan penguatan militer ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump menjamu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih. Netanyahu dikenal mendorong kebijakan garis keras terhadap Teheran.

Usai pertemuan tersebut, Trump menegaskan bahwa belum ada keputusan final selain komitmennya agar negosiasi dengan Iran tetap berlanjut.

“Tidak ada yang diputuskan secara definitif selain saya menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berlanjut untuk melihat apakah sebuah kesepakatan dapat tercapai,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan diplomatik tetap menjadi opsi utama, namun tidak menutup kemungkinan langkah lain jika perundingan gagal.

Pekan lalu, AS dan Iran menggelar putaran pertama pembicaraan tidak langsung di Oman, yang merupakan dialog pertama sejak tahun lalu. Kedua pihak menyatakan komitmen melanjutkan jalur diplomasi, meski jadwal pertemuan lanjutan belum diumumkan secara publik.

Di sisi lain, Teheran memperingatkan Washington agar tidak membiarkan Israel menggagalkan proses diplomatik yang sedang berlangsung. Penasihat keamanan Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pembicaraan dilakukan secara eksklusif dengan AS, bukan dengan Israel.

Baca Juga: Anggota DPR AS Tolak Manuver Partai Republik Tunda Pemungutan Suara Tarif Trump

Trump membantah bahwa Netanyahu melobi dirinya untuk menghentikan dialog dengan Iran. Ia bahkan menyatakan bahwa kesepakatan bisa dicapai secepatnya, mungkin dalam waktu satu bulan, seraya mendesak Teheran agar bertindak cepat.

Perbedaan Sikap soal Program Nuklir dan Rudal

Trump menegaskan bahwa ia menginginkan perjanjian yang memastikan Iran “tidak memiliki senjata nuklir” dan “tidak memiliki rudal”. Namun, Iran secara konsisten membantah ambisi memiliki senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa program rudal merupakan isu pertahanan yang “tidak pernah dapat dinegosiasikan”.

Ketegangan kedua negara meningkat sejak konflik terbuka tahun lalu. Israel melancarkan ofensif militer terhadap Iran pada Juni tahun lalu, menewaskan sejumlah pejabat militer senior, ilmuwan nuklir, serta ratusan warga sipil. Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel, sebagian di antaranya menembus sistem pertahanan udara.

AS kemudian turut serta dalam kampanye militer tersebut dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata. Trump mengklaim serangan AS telah “menghancurkan” program nuklir Iran, meski nasib cadangan uranium yang diperkaya tinggi masih belum jelas.

Teheran tetap bersikeras bahwa pengayaan uranium adalah haknya dan tidak melanggar komitmen dalam Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Dinamika Internal Iran dan Dukungan AS

Dalam kunjungan Netanyahu sebelumnya ke AS pada Desember lalu, Trump memperingatkan Iran agar tidak membangun kembali program nuklir atau rudalnya.

Baca Juga: Trump Minta Pentagon Beli Lebih Banyak Listrik Berbasis Batubara

Beberapa hari setelah pernyataan tersebut, gelombang protes anti pemerintah pecah di Iran. Trump secara terbuka mendukung para demonstran dan mendorong mereka mengambil alih institusi pemerintahan.

Namun, pemerintah Iran dengan cepat meredam aksi tersebut melalui pengetatan keamanan. Otoritas Teheran menuding adanya upaya yang didukung AS untuk menyerang institusi sipil dan aparat pemerintah.

Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS menyelundupkan sekitar 6.000 perangkat internet satelit Starlink ke Iran setelah pemerintah setempat memutus akses internet guna membatasi penyebaran protes bulan lalu.

Penguatan militer AS di Timur Tengah di tengah jalur diplomasi yang masih terbuka menandakan strategi tekanan ganda Washington terhadap Teheran: menjaga opsi negosiasi tetap hidup, sembari memperkuat posisi tawar melalui kekuatan militer.

Selanjutnya: OCBC NISP Masih Kaji Rencana Spin-Off Unit Usaha Syariah

Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart 13-16 Februari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Diskon hingga 40%




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×