kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Trump Ancam Iran: Deal Nuklir atau Serangan Berikutnya Lebih Parah


Rabu, 28 Januari 2026 / 20:04 WIB
Trump Ancam Iran: Deal Nuklir atau Serangan Berikutnya Lebih Parah
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump / (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (28/1/2026) mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan dan membuat kesepakatan terkait program nuklirnya.

Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih dahsyat jika Teheran tidak merespons ajakan tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Virus Nipah? Fakta Penting Usai Muncul Kasus di India

“Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara tanpa senjata nuklir  yang baik bagi semua pihak. Waktu semakin menipis, ini benar-benar mendesak,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial.

Presiden dari Partai Republik itu juga mengingatkan bahwa peringatan terakhirnya kepada Iran berujung pada serangan militer.

“Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk. Jangan sampai itu terjadi lagi,” tulis Trump, seraya menambahkan bahwa armada militer AS lainnya disebut tengah bergerak menuju kawasan dekat Iran.

Trump sebelumnya menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir multinasional 2015 dengan Iran yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.

Langkah tersebut kala itu memicu ketegangan berkepanjangan antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Amazon Pecat 16.000 Pekerja Kantoran, Lengkapi PHK 30.000 Sejak Oktober

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dirinya tidak melakukan kontak dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dalam beberapa hari terakhir dan tidak ada permintaan perundingan yang diajukan pihak Iran. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Rabu.

Ketegangan terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya upaya diplomasi antara AS dan Iran, di tengah kekhawatiran internasional atas potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta masa depan program nuklir Iran.

Selanjutnya: Menkeu Purbaya: Iuran Dewan Perdamaian akan dialokasikan dari APBN

Menarik Dibaca: 4 Tips Skincare Member Blackpink, Rahasia Wajah Glowing Jisoo hingga Jennie




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×