Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Ekuador melancarkan operasi gabungan di wilayah Ekuador untuk memerangi perdagangan narkoba. Operasi ini diumumkan oleh U.S. Southern Command, namun kedua pihak tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait bentuk dan cakupan aksi tersebut.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, Southern Command menyebutkan bahwa operasi bersama ini bertujuan memberantas peredaran narkoba ilegal.
Komando militer AS tersebut membawahi operasi pertahanan di 31 negara kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia.
Baca Juga: Panas Dingin Lagi! China dan AS Bertemu di Malaysia Bahas Perang Dagang Jilid Baru
Kementerian Pertahanan Ekuador mengonfirmasi kerja sama dengan Amerika Serikat dalam sebuah operasi yang bersifat “ofensif”. Namun, otoritas Ekuador menegaskan bahwa detail operasi tersebut diklasifikasikan dan tidak dapat dipublikasikan.
Pengumuman ini muncul setelah Presiden Ekuador Daniel Noboa pada awal pekan menyatakan bahwa pemerintahannya akan menggelar operasi bersama dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya sepanjang Maret.
Langkah tersebut disebut sebagai fase baru dalam perang melawan “narco-terorisme dan penambangan ilegal”.
Dalam konteks yang lebih luas, Amerika Serikat sebelumnya juga membentuk satuan tugas militer baru yang berfokus pada pengumpulan intelijen kartel narkoba.
Baca Juga: Ekuador Berlakukan Tarif Keamanan 30% untuk Produk Kolombia Mulai Februari 2026
Satuan ini berperan dalam operasi militer di Meksiko bulan lalu yang menewaskan gembong kriminal buronan, Nemesio Oseguera atau dikenal dengan julukan “El Mencho”.
Operasi tersebut disebut sebagai penindakan terbesar terhadap pimpinan kartel dalam setidaknya satu dekade terakhir.
“Ini merupakan bagian dari fase baru melawan narco-terorisme,” kata Presiden Noboa, menegaskan arah kebijakan keamanan pemerintahannya.













