kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.934   -78,00   -0,43%
  • IDX 6.036   149,49   2,54%
  • KOMPAS100 802   26,95   3,48%
  • LQ45 605   18,08   3,08%
  • ISSI 207   6,13   3,05%
  • IDX30 344   9,31   2,78%
  • IDXHIDIV20 424   10,11   2,44%
  • IDX80 91   2,91   3,32%
  • IDXV30 114   3,53   3,20%
  • IDXQ30 111   2,62   2,42%

India Batasi Pembelian Solar di SPBU, Maksimal 200 Liter per Hari


Jumat, 12 Juni 2026 / 09:47 WIB
India Batasi Pembelian Solar di SPBU, Maksimal 200 Liter per Hari
ILUSTRASI. Harga Minyak - BBM (REUTERS/Sahiba Chawdhary)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah India memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU guna mencegah kelangkaan pasokan domestik di tengah terganggunya rantai pasok energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan perintah pemerintah yang diterbitkan pada Kamis (12/6/2026), konsumen komersial tidak lagi diperbolehkan membeli bensin maupun solar dari SPBU ritel. Selain itu, pembelian solar dibatasi maksimal 200 liter per pelanggan atau kendaraan per hari.

Baca Juga: Rupiah dan Won Korea Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Jumat (12/6) Pagi

Pemerintah juga menegaskan bahwa solar yang dibeli tidak boleh dijual kembali.

Kebijakan ini muncul setelah banyak konsumen komersial, seperti perusahaan truk dan logistik, beralih membeli solar di SPBU ritel milik perusahaan energi negara karena harganya lebih murah dibandingkan pasokan curah (bulk supply). Kondisi tersebut memicu kekurangan stok di sejumlah SPBU di berbagai wilayah.

Dalam keterangannya, pemerintah India menyebut langkah tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan bensin dan solar yang merata di seluruh negeri, mencegah penimbunan dan pengalihan distribusi, serta menjaga pasokan energi tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Tekanan pada perusahaan energi negara

Kebijakan ini juga bertujuan mengurangi tekanan keuangan yang dialami perusahaan energi milik negara.

Saat ini, penjualan solar kepada konsumen ritel menyebabkan kerugian sekitar 36,5 rupee per liter bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Sementara untuk bensin, kerugian mencapai sekitar 9 rupee per liter.

Baca Juga: Putri Sulung Raja Thailand Wafat di Usia 47 Tahun Setelah Hampir Empat Tahun Koma

Sebaliknya, penjualan BBM kepada pelanggan industri dilakukan dengan harga pasar yang lebih tinggi sehingga lebih menguntungkan.

Tiga perusahaan energi negara yang terdampak langsung adalah: Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum Corporation, dan Hindustan Petroleum Corporation.

Ketiga perusahaan tersebut menguasai sekitar 90% dari lebih dari 100.000 SPBU yang beroperasi di India.

Dampak konflik Timur Tengah

Dalam perintah tersebut, pemerintah India secara khusus menyoroti perang antara AS, Israel, dan Iran yang telah menekan rantai pasok minyak global, mengganggu logistik pengiriman, serta memengaruhi ketersediaan produk energi.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 8% Jumat (12/6), Harapan Damai AS-Iran Picu Reli

Sebagai negara yang merupakan eksportir bersih produk bahan bakar hasil kilang, India sebenarnya masih memiliki kapasitas pasokan yang memadai.

Namun lonjakan permintaan domestik pada harga bersubsidi dinilai dapat mengganggu stabilitas distribusi dan profitabilitas perusahaan energi negara.

Pembatasan ini akan berlaku selama maksimal 90 hari ke depan, kecuali dicabut lebih awal melalui keputusan pemerintah berikutnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×