kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.908   -49,00   -0,29%
  • IDX 9.012   2,09   0,02%
  • KOMPAS100 1.244   6,49   0,52%
  • LQ45 878   7,00   0,80%
  • ISSI 331   1,35   0,41%
  • IDX30 449   3,22   0,72%
  • IDXHIDIV20 527   5,84   1,12%
  • IDX80 138   0,85   0,62%
  • IDXV30 146   2,10   1,46%
  • IDXQ30 144   1,35   0,95%

Ekuador Berlakukan Tarif Keamanan 30% untuk Produk Kolombia Mulai Februari 2026


Kamis, 22 Januari 2026 / 14:22 WIB
Ekuador Berlakukan Tarif Keamanan 30% untuk Produk Kolombia Mulai Februari 2026
ILUSTRASI. Ekuador terapkan tarif 30% untuk impor Kolombia mulai 1 Februari 2026. Kebijakan ini disebut respons atas minimnya komitmen Kolombia menekan tambang ilegal dan kokain. Cari tahu dampak penuhnya di sini. (Karen Toro/REUTERS)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan bahwa mulai 1 Februari 2026, pemerintahannya akan memberlakukan tarif keamanan (security tariff) sebesar 30% terhadap seluruh impor dari Kolombia.

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas dinilai minimnya komitmen Kolombia dalam menekan aktivitas tambang ilegal dan perdagangan kokain di wilayah perbatasan kedua negara.

Pengumuman tersebut disampaikan Noboa melalui media sosial pada Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan, tarif tambahan tersebut akan tetap diberlakukan hingga Kolombia menunjukkan “komitmen nyata” untuk bersama-sama memerangi perdagangan narkoba dan aktivitas ilegal lintas batas.

“Kami telah melakukan upaya tulus untuk bekerja sama dengan Kolombia, meskipun setiap tahun Ekuador menanggung defisit perdagangan lebih dari US$1 miliar,” tulis Noboa.

Baca Juga: AS Akan Hapus Tarif Sejumlah Produk dari Ekuador, Argentina, Guatemala & El Salvador

“Namun, di tengah dorongan dialog, militer kami terus berhadapan dengan kelompok kriminal yang terkait perdagangan narkoba di perbatasan tanpa adanya kerja sama dari Kolombia. Karena tidak adanya timbal balik dan tindakan tegas, Ekuador akan menerapkan tarif keamanan 30% atas impor dari Kolombia mulai 1 Februari,” lanjutnya.

Sejalan dengan kebijakan tarif Donald Trump

Langkah Noboa dinilai sejalan dengan pendekatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadikan tarif sebagai instrumen tekanan ekonomi dalam kebijakan luar negerinya pada masa jabatan kedua.

Trump sebelumnya kerap mengkritik pemerintahan Kolombia di bawah Presiden Gustavo Petro yang berhaluan kiri, karena dianggap tidak cukup agresif dalam memberantas perdagangan narkoba.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump telah menerapkan tarif dasar 10% kepada hampir seluruh mitra dagang AS, serta tarif tambahan bagi negara-negara tertentu.

Trump berulang kali menyatakan tarif mampu melindungi industri domestik sekaligus menjadi alat untuk memaksa mitra dagang mengikuti tuntutan kebijakan AS. Pendekatan serupa kini terlihat diadopsi oleh Noboa dalam menghadapi Kolombia.

Kedekatan Noboa dengan Amerika Serikat

Daniel Noboa, yang berusia 38 tahun dan dikenal sebagai pemimpin sayap kanan, secara terbuka menunjukkan kedekatan ideologis dengan Trump. Saat Trump terpilih kembali pada 2024, Noboa menyebut kemenangan tersebut sebagai sinyal bahwa “masa depan benua terlihat cerah”.

Baca Juga: Konvoi Presiden Ekuador Diserang Massa, Lima Orang Ditahan

Sejak terpilih kembali pada 2025, Noboa juga mendukung upaya peningkatan pengaruh AS di Amerika Latin, termasuk mendorong referendum yang gagal pada November lalu terkait pembangunan pangkalan militer AS di Ekuador.

Pemerintah Ekuador beralasan, kerja sama erat dengan AS diperlukan untuk menekan kejahatan terorganisir dan kekerasan bersenjata di dalam negeri. Dalam setahun terakhir, Noboa bahkan dua kali menerima kunjungan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem.

“Ekuador telah menjadi mitra yang sangat baik bagi Amerika Serikat dalam menghentikan imigrasi ilegal, perdagangan narkoba, dan penyelundupan di darat maupun laut,” ujar Noem kala itu.

Hubungan memburuk dengan Presiden Gustavo Petro

Di sisi lain, kebijakan tarif ini juga dinilai memperuncing hubungan Ekuador dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Petro, mantan pejuang gerilya yang terpilih pada 2022 sebagai presiden kiri pertama Kolombia, kerap menuai kritik terkait pendekatannya dalam memerangi narkotika.

Kolombia masih menjadi produsen kokain terbesar di dunia. Laporan PBB tahun 2024 mencatat, negara tersebut mengalami peningkatan potensi produksi selama 10 tahun berturut-turut, dengan sekitar 253.000 hektare lahan digunakan untuk budidaya daun koka.

Petro memilih strategi “Total Peace” dengan mengedepankan dialog bersama kelompok bersenjata dan jaringan kriminal, serta mengurangi pemusnahan paksa tanaman koka. Sebagai gantinya, pemerintahannya fokus pada penghancuran laboratorium pengolahan narkoba dan program substitusi tanaman secara sukarela.

Baca Juga: Presiden Ekuador Umumkan Keadaan Darurat Akibat Protes Penghapusan Subsidi BBM

Meski Petro mengklaim keberhasilan, termasuk penghancuran hampir 18.400 laboratorium narkoba dan penyitaan 14 ton kokain pada November lalu, kalangan konservatif seperti Trump dan Noboa menilai langkah tersebut belum cukup tegas.

Faktor politik regional dan isu Jorge Glas

Waktu pengumuman tarif juga memicu spekulasi adanya motif politik. Sehari sebelum pengumuman tarif, Petro menyuarakan dukungan terhadap mantan Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas, yang kini dipenjara atas kasus suap.

Petro menilai penahanan Glas mengandung unsur “penyiksaan psikologis” dan menyerukan pembebasannya. Kasus Glas sendiri telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik antara Bogotá dan Quito.

Ekuador dan Kolombia merupakan mitra dagang utama satu sama lain. Penerapan tarif keamanan 30% ini berpotensi memicu ketegangan baru, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan kerja sama perdagangan dan stabilitas ekonomi kawasan Amerika Latin.

Selanjutnya: Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat

Menarik Dibaca: Gaya Hidup Urban Bikin Jasa Bersih-Bersih Lewat Aplikasi Kian Populer




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×