kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Militer AS Siap Operasi Jangka Panjang ke Iran Jika Trump Perintahkan Serangan


Sabtu, 14 Februari 2026 / 06:22 WIB
Militer AS Siap Operasi Jangka Panjang ke Iran Jika Trump Perintahkan Serangan
ILUSTRASI. Militer AS siapkan operasi berminggu-minggu ke Iran, lebih kompleks dari sebelumnya. Ini yang jadi target utama serangan jika Trump perintahkan. (Senior Airman Taylor Crul/U.S. Air Force/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

WASHINGTON. Militer Amerika Serikat sedang mempersiapkan kemungkinan operasi militer yang berlangsung berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan, menurut dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena sifat sensitif dari rencana tersebut.

Hal ini menandakan potensi konflik yang jauh lebih serius dibandingkan ketegangan sebelumnya antara kedua negara.

Pengungkapan ini meningkatkan tekanan pada upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Diplomasi ini termasuk pembicaraan yang dilakukan pekan lalu di Oman oleh diplomat AS dan Iran, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali dialog mengenai program nuklir Teheran, setelah Trump menempatkan pasukan militer tambahan di wilayah tersebut dan memicu kekhawatiran akan aksi militer baru.

Pejabat AS mengatakan pada Jumat lalu bahwa Pentagon mengirim kapal induk tambahan ke Timur Tengah, beserta ribuan pasukan, pesawat tempur, kapal perusak rudal berpemandu, dan kekuatan lainnya yang mampu melakukan serangan sekaligus mempertahankan diri.

Baca Juga: Trump Berencana Pangkas Sejumlah Tarif Baja dan Aluminium

Dalam kunjungannya ke basis militer di North Carolina pada Jumat, Trump menyatakan bahwa membuat kesepakatan dengan Iran “sulit dilakukan.”

“Kadang Anda harus menimbulkan rasa takut. Itu satu-satunya cara yang benar-benar bisa menyelesaikan situasi,” kata Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menanggapi persiapan operasi militer potensial ini dengan mengatakan: “Presiden Trump memiliki semua opsi di atas meja terkait Iran. Dia mendengarkan berbagai perspektif mengenai suatu isu, tetapi membuat keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik bagi negara kita dan keamanan nasional.”

Sementara itu, Pentagon menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Persiapan Lebih Kompleks Dibanding Serangan Sebelumnya

Tahun lalu, AS mengirim dua kapal induk ke wilayah tersebut ketika melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran. Namun, operasi “Midnight Hammer” pada Juni lalu hanyalah serangan satu kali, dengan pesawat pembom siluman yang terbang dari AS untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Iran hanya melakukan serangan balasan terbatas ke pangkalan AS di Qatar.

Pejabat AS menyebut persiapan kali ini lebih kompleks. Dalam kampanye militer yang berkelanjutan, militer AS bisa menargetkan fasilitas negara dan keamanan Iran, tidak hanya infrastruktur nuklir. Meski demikian, detail spesifik tidak diungkapkan.

Para ahli memperingatkan bahwa risiko terhadap pasukan AS akan jauh lebih besar dalam operasi semacam ini, mengingat arsenal rudal Iran yang memadai. Serangan balasan dari Iran juga meningkatkan risiko konflik regional.

Baca Juga: AS Tingkatkan Aset Militer di Timur Tengah, Trump Tekan Iran Soal Nuklir

Pejabat yang sama menegaskan bahwa AS sepenuhnya mengantisipasi balasan dari Iran, yang bisa memicu serangan bolak-balik dan balasan dalam jangka waktu tertentu.

Gedung Putih dan Pentagon tidak menanggapi pertanyaan terkait risiko balasan maupun konflik regional.

Ancaman dan Diplomasi yang Terus Berlanjut

Trump berulang kali mengancam akan mengebom Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya, serta tindakan keras terhadap perlawanan internal. Pada Kamis lalu, Trump memperingatkan bahwa alternatif dari solusi diplomatik akan “sangat traumatis, sangat traumatis.”

Pasukan Pengawal Revolusi Iran juga memperingatkan bahwa jika terjadi serangan di wilayah Iran, mereka siap membalas terhadap pangkalan militer AS manapun. Saat ini, AS memiliki pangkalan di seluruh Timur Tengah, termasuk di Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu Trump di Washington pada Rabu, menyatakan bahwa jika tercapai kesepakatan dengan Iran, “harus mencakup elemen-elemen yang vital bagi Israel.”

Iran sendiri menyatakan siap membahas pembatasan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi, tetapi menolak untuk mengaitkan isu ini dengan program rudalnya.

Selanjutnya: Promo Damri Valentine & Imlek 2026, Diskon 70% dan Cashback Rp 88.888

Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart 14-15 Februari 2026, Indomie Goreng Aneka Rasa Beli 4 Hemat




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×