Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - GALLE, SRI LANKA. Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026). Otoritas Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 orang yang berada di atas kapal tersebut serta mengevakuasi sejumlah jenazah dari perairan Samudra Hindia.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengatakan kepada parlemen bahwa kapal yang tenggelam telah diidentifikasi sebagai IRIS Dena.
Laporan Serangan dan Klarifikasi Resmi
Sumber di Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Sri Lanka menyebutkan bahwa kapal tersebut diduga diserang oleh kapal selam. Mereka juga menyatakan sedikitnya 101 orang dilaporkan hilang dalam insiden yang terjadi di perairan Samudra Hindia, lepas pantai Sri Lanka.
Baca Juga: Spanyol Teguh pada Pendirian Tolak Serangan ke Iran Meski Diancam Sanksi Dagang AS
Namun, juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka membantah laporan mengenai 101 orang hilang dan menolak spekulasi terkait penyebab tenggelamnya kapal. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai jumlah korban hilang tidak benar dan penyebab pasti insiden masih belum dapat dipastikan.
Operasi Pencarian dan Penyelamatan
Menurut juru bicara tersebut, 32 orang yang mengalami luka dalam insiden itu berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah di kota pelabuhan selatan Galle.
Angkatan Laut Sri Lanka menerima sinyal darurat dari kapal Iran tersebut dan segera berkoordinasi dengan Angkatan Udara Sri Lanka untuk meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR).
Baca Juga: Koreksi Saham Maskapai Penerbangan Mereda, Sejumlah Penerbangan Tinggalkan TimTeng
Pihak militer Sri Lanka menyatakan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih mungkin ditemukan di lokasi kejadian. Investigasi terkait penyebab tenggelamnya kapal akan dilakukan setelah operasi penyelamatan selesai.
Selain itu, pasukan Sri Lanka juga mengaku tidak mengamati keberadaan kapal atau pesawat lain di sekitar lokasi insiden pada saat kejadian.
“Kami berharap dapat menyelamatkan lebih banyak orang dan akan melanjutkan operasi hingga benar-benar yakin,” ujar juru bicara tersebut.
Insiden tenggelamnya kapal perang Iran di perairan Sri Lanka ini berpotensi memicu perhatian internasional, mengingat ketegangan geopolitik yang kerap terjadi di kawasan Samudra Hindia. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait penyebab maupun dampak lebih lanjut dari insiden tersebut.













