Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - HONG KONG/TOKYO. Serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran telah menimbulkan keraguan terhadap aktivitas pasar modal di kawasan Timur Tengah. Sebab, konflik tersebut membekukan perjalanan para bankir dan pelaku bisnis karena kekhawatiran akan risiko keamanan dan gangguan bisnis.
Para bankir dan investor mengingatkan, konflik tersebut dapat mengganggu rencana penggalangan dana pasar modal dan merger serta akuisisi lintas batas karena perjalanan dihentikan dan diskusi ditangguhkan.
Fred Hu, ketua Primavera Capital Group China, mengatakan perang Iran dapat mengganggu arus modal dua arah dan pembicaraan investasi antara Timur Tengah dan China dalam jangka pendek.
Beberapa investor China telah memutuskan menunda pembicaraan untuk membeli aset terkait infrastruktur dan energi di Timur Tengah, kata seorang bankir investasi yang berbasis di Hong Kong seperti dikutip Reuters, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Franc Swiss Melejit, Dolar Menguat Usai Serangan AS-Israel ke Iran
Bank-bank perlu melakukan penilaian keamanan sebelum mengirim karyawan kembali ke Timur Tengah, yang menyebabkan "penundaan yang signifikan" dalam kunjungan antara investor Timur Tengah dan perusahaan China yang mencari investasi, menurut seorang eksekutif pengembangan bisnis di sebuah bank milik negara China.
Selama dua tahun terakhir, kata eksekutif tersebut, minat Timur Tengah untuk menarik investasi Tiongkok telah meningkat, seiring dengan meningkatnya kepemilikan investor Timur Tengah di perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Namun, prospek geopolitik yang tidak pasti kini mempersulit upaya bank untuk menawarkan peluang ekspansi ke luar negeri melalui kesepakatan bisnis, katanya.
Namun, gangguan tersebut tampaknya "tidak mungkin memutuskan, apalagi membalikkan" hubungan investasi yang berkembang antara Tiongkok dan kawasan Teluk dalam jangka panjang, tambah Hu dari Primavera.
Pembatasan Perjalanan
Sementara itu, sejumlah bank besar telah memerintahkan staf untuk menghentikan perjalanan ke Timur Tengah.
Standard Chartered, Sumitomo Mitsui Financial Group Jepang, dan Mitsubishi UFJ Financial Group telah meminta karyawan untuk menunda perjalanan ke Timur Tengah, kata para pemberi pinjaman tersebut pada hari Senin.
Bank Jepang Mizuho, yang memiliki kantor di Dubai dan Riyadh, mengatakan kepada Reuters bahwa evakuasi sukarela bagi karyawannya dimungkinkan.
Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Ganggu Pasokan Minyak ke Negara-Negara Asia
Seorang bankir yang berbasis di Hong Kong yang memimpin pasar modal ekuitas di sebuah perusahaan yang berbasis di Asia mengatakan dia membatalkan perjalanan yang direncanakan pada akhir Maret ke Timur Tengah untuk pertemuan klien karena meningkatnya serangan militer dan potensi konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu, yang menyebabkan Iran membalas serangan di kota-kota di Teluk. Maskapai penerbangan menghentikan penerbangan dan kapal tanker yang membawa minyak dan produk lainnya menangguhkan transit melalui Selat Hormuz yang penting.













