Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Maskapai nasional Singapura, Singapore Airlines (SIA), kembali membatalkan sejumlah penerbangan ke Timur Tengah di tengah eskalasi perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran.
Melansir Channelnewsasi Senin (2/3/2026), SIA membatalkan penerbangan: SQ494 (Singapura–Dubai) dan SQ495 (Dubai–Singapura) untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret.
Anak usahanya, Scoot, juga membatalkan penerbangan: TR596 (Singapura–Jeddah) dan TR597 (Jeddah–Singapura) pada 28 Februari serta 2, 3, 5, dan 7 Maret.
Baca Juga: Israel Gempur Target Hizbullah di Lebanon, Ketegangan Kawasan Kian Membara
Dalam pernyataan resminya, SIA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan menyesuaikan rute penerbangan jika diperlukan.
Maskapai juga mengimbau pelanggan memperbarui data kontak melalui fitur “manage booking” untuk mendapatkan notifikasi terbaru.
SIA dan Scoot menawarkan pengembalian dana penuh bagi pelanggan yang terdampak pembatalan.
Wilayah Udara Ditutup, Ribuan Penerbangan Terganggu
Pembatalan ini terjadi setelah sejumlah negara menutup wilayah udaranya menyusul serangan AS dan Israel ke Iran. Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, dan Uni Emirat Arab mengumumkan penutupan sebagian atau penuh ruang udara mereka.
Serangan balasan Iran, termasuk gelombang rudal yang menyasar sejumlah ibu kota kawasan Teluk, memperburuk situasi.
Baca Juga: Saham Maskapai Asia Ambruk Senin (2/3), Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Melejit
Ledakan dilaporkan terdengar di Dubai, Doha, dan Manama kota-kota yang juga menjadi lokasi kehadiran militer AS.
Menurut perusahaan analitik penerbangan Cirium, dari sekitar 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu, sebanyak 966 dibatalkan. Jika termasuk penerbangan keluar, jumlah pembatalan melampaui 1.800 penerbangan.
Untuk Minggu, 716 dari 4.329 penerbangan terjadwal ke kawasan tersebut juga telah dibatalkan.
Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat lebih dari 19.000 penerbangan mengalami penundaan secara global dan lebih dari 2.600 dibatalkan hingga Minggu pagi.
Baca Juga: Iklan Lowongan Kerja Australia Naik 3,2%, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Masih Perkasa
Maskapai Global Ikut Terdampak
Sejumlah maskapai internasional juga mengumumkan pembatalan luas, termasuk Air France, Air India, Turkish Airlines, Norwegian Air Shuttle, Air Algerie, serta Lufthansa.
Dengan konflik yang masih berkembang dan ruang udara kawasan belum sepenuhnya dibuka, gangguan penerbangan global berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Bagi maskapai, risiko operasional kini tak hanya terkait keamanan, tetapi juga lonjakan harga minyak yang dapat menekan biaya bahan bakar dan profitabilitas.












