kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.912   10,00   0,06%
  • IDX 7.543   -396,52   -4,99%
  • KOMPAS100 1.052   -58,59   -5,27%
  • LQ45 767   -38,37   -4,76%
  • ISSI 267   -16,31   -5,76%
  • IDX30 408   -19,41   -4,55%
  • IDXHIDIV20 498   -20,56   -3,96%
  • IDX80 118   -6,33   -5,08%
  • IDXV30 135   -5,61   -3,97%
  • IDXQ30 131   -5,85   -4,27%

Saham Maskapai Asia Ambruk Senin (2/3), Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Melejit


Senin, 02 Maret 2026 / 08:41 WIB
Saham Maskapai Asia Ambruk Senin (2/3), Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Melejit


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham maskapai Asia rontok pada awal pekan ini Senin (2/3/2026) setelah eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran mengguncang pasar global.

Lonjakan harga minyak dan penutupan ruang udara di Timur Tengah memicu kekhawatiran lonjakan biaya operasional serta gangguan perjalanan internasional.

Di Australia, saham Qantas Airways sempat anjlok 10,4% saat pembukaan perdagangan, sebelum memangkas kerugian dan diperdagangkan turun sekitar 6%.

Baca Juga: Iklan Lowongan Kerja Australia Naik 3,2%, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Masih Perkasa

Tekanan serupa dialami Singapore Airlines dan Japan Airlines yang masing-masing melemah lebih dari 5%.

Maskapai Asia lainnya seperti ANA Holdings, China Airlines, serta EVA Airways juga terkoreksi sedikitnya 4% pada perdagangan awal.

Gejolak ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada akhir pekan, memicu balasan yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Dampaknya, sejumlah hub penerbangan utama di Timur Tengah seperti Dubai dan Doha ditutup selama tiga hari berturut-turut.

Penutupan tersebut membuat puluhan ribu penumpang terlantar dan ribuan penerbangan terganggu di seluruh dunia.

Baca Juga: Aktivitas Pabrik Jepang Sentuh Level Tertinggi Hampir 4 Tahun pada Februari 2026

Di saat yang sama, harga minyak melonjak lebih dari 8% ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel disebut merusak kapal tanker dan mengganggu pengiriman dari kawasan produsen minyak utama dunia.

Bagi industri penerbangan, lonjakan harga minyak menjadi pukulan ganda. Bahan bakar merupakan komponen biaya terbesar maskapai, sehingga kenaikan tajam harga minyak berpotensi menggerus margin keuntungan, terlebih di tengah gangguan operasional.

Qantas menyatakan penerbangannya tidak terdampak langsung karena tidak mengoperasikan pesawat di bandara Timur Tengah.

Namun, maskapai ini menawarkan perubahan jadwal gratis bagi pelanggan yang perlu menyesuaikan rencana perjalanan.

Qantas juga memiliki kerja sama codeshare dengan Emirates, yang berbasis di Dubai—salah satu hub yang ditutup.

Sementara itu, pesaingnya Virgin Australia membatalkan delapan penerbangan ke Doha pada Senin akibat penutupan wilayah udara Qatar. Maskapai tersebut juga memberikan opsi perubahan jadwal tanpa biaya tambahan.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Senin (2/3) Pagi, Saham Tertekan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Kisah di lapangan menunjukkan kekacauan yang dialami penumpang. Sejumlah penerbangan Qatar Airways dibatalkan atau bahkan berbalik arah di tengah perjalanan karena penutupan ruang udara.

Dengan konflik yang belum mereda dan harga minyak yang terus melonjak, tekanan terhadap saham maskapai diperkirakan masih akan berlanjut.

Investor kini mencermati dua risiko utama: potensi gangguan perjalanan yang lebih luas serta lonjakan biaya bahan bakar yang bisa menggerus kinerja keuangan maskapai pada kuartal berjalan.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×