kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.842   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Minyak Naik 1% Menjelang Pembicaraan Nuklir AS-Iran


Selasa, 17 Februari 2026 / 05:05 WIB
Harga Minyak Naik 1% Menjelang Pembicaraan Nuklir AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak sedikit naik pada Senin (16/2/2026) karena investor mempertimbangkan implikasi pasar dari pembicaraan AS-Iran. (REUTERS/Orhan Qereman)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak sedikit naik pada Senin (16/2/2026) karena investor mempertimbangkan implikasi pasar dari pembicaraan AS-Iran yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di tengah perkiraan peningkatan pasokan OPEC+. 

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup naik 90 sen, atau 1,33%, menjadi US$ 68,65 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di US$ 63,75 per barel, naik 86 sen, atau 1,37% pada pukul 14.14 EST (GMT 1914). 

Kekhawatiran akan gangguan pasokan akibat ketegangan AS-Iran telah membantu menjaga harga minyak tetap stabil, kata Tamas Varga, seorang analis di PVM. 

Libur Tahun Baru Imlek yang akan datang di China, Korea Selatan, dan Taiwan juga meredam perdagangan. Kedua patokan harga minyak mencatatkan penurunan mingguan pekan lalu, dengan Brent turun sekitar 0,5% dan WTI turun 1%, setelah komentar dari Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran dalam sebulan mendatang. 

Baca Juga: Harga Diyakini Bakal Naik, Hedge Fund Global Memburu Saham-Saham Asia

Kedua negara dijadwalkan untuk mengadakan putaran kedua pembicaraan di Jenewa pada hari Selasa mengenai program nuklir Teheran. Menjelang pembicaraan dengan Washington, yang dimediasi oleh Oman, menteri luar negeri Iran bertemu dengan kepala Badan Energi Atom Internasional, pengawas nuklir PBB, pada hari Senin.

Iran Menginginkan Kesepakatan Ekonomi Secara Luas Dengan AS

Seorang diplomat Iran mengatakan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, dengan investasi energi dan pertambangan serta pembelian pesawat terbang yang akan dibahas. 

Namun, AS sedang mempersiapkan kemungkinan kampanye militer berkelanjutan jika pembicaraan tidak berhasil, demikian kata para pejabat AS kepada Reuters. Garda Revolusi Iran telah memperingatkan bahwa jika terjadi serangan di wilayah Iran, mereka dapat membalas terhadap pangkalan militer AS mana pun.

"Meningkatnya ketegangan Iran dapat mendorong harga Brent hingga US$ 80 per barel. Menurunnya ketegangan akan menurunkannya kembali ke $60 per barel," kata analis SEB dalam sebuah catatan. 

Baca Juga: Jelang Negosiasi Nuklir AS-Iran, Angkatan Laut Iran Latihan Militer di Selat Hormuz

Sementara ketegangan AS-Iran mendorong harga minyak naik, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya—yang disebut OPEC+—menekan kenaikan tersebut dengan cenderung mengambil keputusan pada pertemuan 1 Maret mereka untuk melanjutkan peningkatan produksi mulai April setelah penghentian selama tiga bulan. 

Harga minyak juga didukung oleh impor minyak mentah China yang terus kuat dan oleh beberapa gangguan dalam ekspor minyak, kata Giovanni Staunovo, seorang analis minyak di UBS.

Impor minyak Rusia oleh China diperkirakan akan meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Februari, mencapai rekor baru, setelah India memangkas pembelian menyusul tekanan AS, menurut para pedagang dan data pelacakan kapal.

Selanjutnya: Promo Superindo Weekday Hari Ini 17 Februari 2026, Diskon Spesial Munggahan

Menarik Dibaca: Cek Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Kabupaten Bandung, Jangan Keliru




TERBARU

[X]
×