Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026), memulihkan sebagian kerugian dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi setelah investor merespons langkah negara-negara ekonomi besar yang berencana melepas cadangan minyak untuk menstabilkan pasar energi yang terguncang oleh konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Trump: AS Akan Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras Jika Tutup Selat Hormuz
Melansir Reuters, Indeks acuan Nikkei 225 naik 3,09% ke level 54.360,67 setelah sebelumnya anjlok 5,2% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks yang lebih luas, TOPIX, menguat 2,43% ke posisi 3.662,90.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan para menteri energi dari negara-negara Group of Seven (G7) dijadwalkan bertemu pada Selasa malam untuk membahas mekanisme pelepasan cadangan minyak strategis guna meredam gejolak pasar energi.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang di Timur Tengah berpotensi segera berakhir, meskipun kelompok garis keras di Iran menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru negara tersebut, Mojtaba Khamenei.
Baca Juga: Siapa yang Akan Menyerah Lebih Dulu di Perang Iran, Teheran atau Washington?
Di dalam indeks Nikkei, sebanyak 85 saham mencatat kenaikan, sementara 19 saham mengalami penurunan.
Saham dengan kenaikan terbesar adalah Lasertec yang melonjak 10,7%, diikuti oleh Fujikura yang naik 10%.
Sementara itu, saham dengan penurunan terbesar adalah BayCurrent yang turun 3%, disusul SHIFT yang melemah 2,6%.













