Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Nikkei Jepang melonjak sekitar 3% pada perdagangan Selasa (3/2/2026), bangkit dari pelemahan pada sesi sebelumnya setelah aksi jual logam mulia mereda dan sentimen global membaik.
Melansir Reuters, indeks Nikkei naik 3,05% ke level 54.261,71 pada pukul 01.27 GMT. Sehari sebelumnya, indeks ini sempat memangkas sebagian besar penguatannya dan ditutup melemah 1,25%, seiring anjloknya harga logam mulia.
Indeks yang lebih luas, Topix, turut menguat 2,5% ke 3.624,26.
Baca Juga: Tesla Luncurkan Varian Baru Model Y di AS, Dibanderol US$41.990
“Pasar sebelumnya khawatir dampak aksi jual logam mulia akan merembet ke aset lain. Namun, penguatan bursa AS dan Eropa semalam menjadi sentimen positif,” ujar analis pasar Tokai Tokyo Intelligence Laboratory, Shuutarou Yasuda.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong investor kembali memborong saham Jepang pada perdagangan hari ini.
Selain itu, data aktivitas manufaktur AS yang solid turut memperkuat keyakinan pasar terhadap ketahanan ekonomi global dan menjadi pemicu reli saham.
Di Wall Street, S&P 500 ditutup menguat pada Senin, didorong oleh kenaikan saham-saham produsen chip dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI). Indeks Nasdaq dan Dow Jones Industrial Average juga mencatatkan kenaikan tipis.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (3/2), Emas Bangkit di Tengah Perdagangan yang Lebih Tenang
Di pasar Jepang, Advantest yang memproduksi peralatan pengujian chip naik 4,65%, sementara Tokyo Electron menguat hampir 4%. Produsen kabel serat optik Fujikura melonjak 6,77%.
Saham TDK melesat 11,5% setelah perusahaan komponen elektronik itu menaikkan proyeksi laba tahunan untuk tahun buku yang berakhir Maret.
Sebaliknya, Yamaha Motor anjlok 10% usai memangkas perkiraan laba tahunan untuk tahun buku yang berakhir Desember.
Dari lebih dari 1.600 saham yang diperdagangkan di papan utama Bursa Efek Tokyo, sekitar 79% menguat, 17% melemah, dan 3% bergerak mendatar.













