Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - PARIS. Badan energi global alias International Energy Agency (IEA) menyatakan negara-negara anggotanya masih memiliki ruang untuk melepaskan lebih banyak minyak ke pasar jika diperlukan. Sebelumnya IEA menyepakati pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol pada Senin (16/3/2026) mengatakan, meskipun sudah ada pelepasan besar-besaran, negara anggota IEA masih menyimpan lebih dari 1,4 miliar barel cadangan minyak darurat.
“Meski pelepasan ini sangat besar, kami masih memiliki banyak stok tersisa. Setelah program pelepasan ini selesai, cadangan darurat negara anggota IEA hanya akan berkurang sekitar 20%,” kata Birol dalam pernyataan video.
Baca Juga: ArcelorMittal Tutup Dua Pabrik Baja di Ukraina Akibat Krisis Energi
Birol juga menjelaskan bahwa minyak dari cadangan IEA sudah mulai mengalir ke pasar Asia setelah negara-negara anggota sepakat menyediakan sekitar 400 juta barel minyak mentah. Langkah ini diambil ketika harga minyak melonjak menyusul perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
IEA sendiri didirikan pada 1974 setelah terjadinya Krisis Minyak 1973, dan saat ini beranggotakan 32 negara dari berbagai benua.
Menurut Birol, volume pasokan minyak yang saat ini terganggu bahkan lebih besar dibandingkan gangguan pasokan saat krisis minyak 1973, serta lebih tinggi dari gangguan besar lain yang pernah terjadi sejak saat itu.
Sementara itu, harga minyak dunia pada Senin dilaporkan turun di tengah serangan terhadap fasilitas produksi minyak di kawasan Teluk serta seruan dari Presiden Donald Trump agar negara-negara dunia bekerja sama menjaga keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.













