kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Maruti Suzuki Proyeksikan Pasar Mobil India Tumbuh Hingga 2031


Minggu, 09 Agustus 2026 / 17:35 WIB
Maruti Suzuki Proyeksikan Pasar Mobil India Tumbuh Hingga 2031
ILUSTRASI. MARUTI SUZUKI (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Maruti Suzuki India, produsen mobil terbesar di India, memperkirakan pasar kendaraan penumpang domestik akan terus tumbuh hingga akhir dekade ini. Perusahaan memproyeksikan pasar kendaraan penumpang India mencapai 6,1 juta-6,3 juta unit pada tahun fiskal 2030/2031.

Melansir Reuters (9/8), Chairman Maruti Suzuki India R.C. Bhargava mengatakan, pertumbuhan pasar akan ditopang oleh pemulihan permintaan mobil kecil dan penguatan segmen sport utility vehicle (SUV). Kondisi ini mendorong Maruti mengevaluasi kembali target pertumbuhan lima tahun perusahaan.

Maruti mencatat penjualan 2,42 juta kendaraan pada tahun fiskal 2026, sekaligus menjadi rekor tertinggi perusahaan. Ekspor juga mencapai rekor 447.000 unit. Dengan kinerja tersebut, perusahaan memperkirakan dapat mencapai tonggak penjualan berikutnya sebesar 1 juta unit lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.

Untuk mendukung ekspansi, Maruti menyiapkan investasi sekitar 350 miliar rupee atau sekitar US$ 4 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 3,65 juta kendaraan pada tahun fiskal 2031.

Baca Juga: Maruti Suzuki Rilis Mobil Listrik Perdana Bagi Pasar India

Di sisi produk, Managing Director dan CEO Maruti Hisashi Takeuchi mengatakan, perusahaan akan meluncurkan tujuh model SUV baru dalam lima hingga enam tahun ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat posisi Maruti di segmen SUV yang tengah berkembang pesat di India.

Maruti juga mempercepat ekspansi kapasitas produksi dengan menambah 500.000 unit kapasitas manufaktur pada tahun fiskal 2027. Perusahaan sekaligus memperkuat penggunaan komponen lokal, mencari sumber pasokan alternatif dan meningkatkan kemampuan pemasok untuk mengantisipasi risiko geopolitik serta gangguan rantai pasok.

Selain ekspansi bisnis, Maruti mulai meningkatkan investasi di sektor energi bersih. Dewan direksi perusahaan telah menyetujui investasi awal 5,61 miliar rupee untuk membangun empat fasilitas biogas. Menurut Bhargava, penggunaan biogas dapat mengurangi ketergantungan India terhadap impor gas alam terkompresi (CNG) sekaligus mendukung target net zero negara tersebut.

Maruti juga menyebut hubungan dengan perusahaan induknya, Suzuki Motor Corp, kini semakin terintegrasi. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperpendek siklus pengembangan kendaraan sekaligus membantu perusahaan menekan biaya produksi.

Baca Juga: Defisit Perdagangan Jerman dengan China Melebar pada Semester I-2026




TERBARU

[X]
×