Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan alokasi anggaran penelitian dan pengembangan (litbang) pertahanan terbesar di antara negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD.
Berdasarkan data OECD Economic Outlook, Volume 2026 Issue 1, AS mengalokasikan setara US$3,64 untuk setiap US$1.000 produk domestik bruto (PDB) untuk litbang pertahanan.
Data mencakup 2024 atau tahun terbaru yang tersedia hingga Agustus 2026.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Ekonomi Paling Kompetitif 2026, Indonesia Masuk 50 Besar
AS Unggul Jauh dalam Litbang Pertahanan
AS berada jauh di posisi teratas dengan alokasi US$3,64 per US$1.000 PDB. Angka tersebut hampir 1,8 kali lipat dibandingkan Korea Selatan dan lebih dari 3,7 kali lipat alokasi Inggris.
Berikut daftar 20 negara OECD berdasarkan alokasi litbang pertahanan per US$1.000 PDB:
| No. | Negara | Dana per US$1.000 PDB |
|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | US$3,64 |
| 2 | Korea Selatan | US$2,06 |
| 3 | Inggris | US$0,97 |
| 4 | Jerman | US$0,79 |
| 5 | Prancis | US$0,50 |
| 6 | Polandia | US$0,49 |
| 7 | Jepang | US$0,42 |
| 8 | Slovenia | US$0,35 |
| 9 | Norwegia | US$0,30 |
| 10 | Belanda | US$0,28 |
| 11 | Australia | US$0,26 |
| 12 | Swedia | US$0,26 |
| 13 | Spanyol | US$0,23 |
| 14 | Estonia | US$0,19 |
| 15 | Turki | US$0,19 |
| 16 | Finlandia | US$0,18 |
| 17 | Latvia | US$0,15 |
| 18 | Belgia | US$0,10 |
| 19 | Hungaria | US$0,10 |
| 20 | Yunani | US$0,09 |
AS juga menjadi negara dengan belanja militer terbesar di dunia. Belanja militer AS pada 2025 mencapai US$954 miliar atau sekitar Rp17.000 triliun dengan kurs.
Departemen Perang AS pada April 2026 mengumumkan proposal anggaran pertahanan tahun fiskal 2027 sebesar US$1,5 triliun atau sekitar Rp26.730 triliun.
Di dalam proposal tersebut, anggaran litbang pertahanan direncanakan meningkat dari US$16,6 miliar pada 2026 menjadi US$18,7 miliar pada 2027. Angka tersebut masing-masing setara sekitar Rp295,8 triliun dan Rp333,2 triliun.
Baca Juga: Daftar Negara Konsumen Batubara Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk 5 Besar
Korea Selatan Jadi Negara Kedua di Atas US$2
Korea Selatan menjadi satu-satunya negara OECD selain AS yang mengalokasikan lebih dari US$2 per US$1.000 PDB untuk litbang pertahanan.
Mengutip Visual Capitalist, investasi pemerintah yang berkelanjutan turut mendukung perkembangan industri pertahanan Korea Selatan. Negara tersebut kini menjadi salah satu produsen dan eksportir persenjataan yang berkembang pesat.
Empat perusahaan Korea Selatan masuk dalam daftar SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) Top 100 produsen senjata dunia berdasarkan pendapatan penjualan senjata pada 2024.
Gabungan pendapatan keempat perusahaan tersebut meningkat 30% dibandingkan 2023.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Utang Pemerintah Terbesar 2026: AS Nomor 1, Indonesia Ke-19
Inggris, Jerman, dan Prancis Masuk Lima Besar
Inggris berada di posisi ketiga dengan alokasi US$0,97 per US$1.000 PDB. Pengeluaran bersih Kementerian Pertahanan Inggris untuk litbang meningkat hampir tiga kali lipat, dari £1,02 miliar pada 2019 menjadi £3,07 miliar pada 2024.
Jerman menempati posisi keempat dengan US$0,79, disusul Prancis dengan US$0,50. Keduanya menjadi negara Uni Eropa dengan alokasi litbang pertahanan terbesar dalam daftar tersebut.
Polandia berada di posisi keenam dengan US$0,49, sedangkan Jepang menempati peringkat ketujuh dengan US$0,42 per US$1.000 PDB.
Dari 20 negara yang masuk daftar, rata-rata alokasi litbang pertahanan mencapai US$0,58 per US$1.000 PDB. Nilai mediannya jauh lebih rendah, yakni US$0,27.
Perbedaan tersebut menunjukkan besarnya pengaruh negara dengan alokasi tinggi, terutama AS dan Korea Selatan, terhadap rata-rata keseluruhan.
Alokasi AS sebesar US$3,64 per US$1.000 PDB lebih dari tujuh kali Prancis yang berada di posisi kelima dan lebih dari 40 kali Yunani di posisi ke-20.
Baca Juga: Daftar Negara ASEAN Berdasarkan Pendapatan versi Bank Dunia, Posisi Indonesia?














