Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) membutuhkan tambahan anggaran sebesar US$ 80 miliar untuk menutupi biaya perang Iran serta sejumlah kebutuhan belanja lainnya yang tidak terkait langsung dengan konflik tersebut.
Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Kamis (18/6/2026), Wakil Menteri Pertahanan AS Stephen Feinberg menyampaikan kebutuhan dana tersebut kepada para anggota parlemen dalam serangkaian pembicaraan melalui telepon pekan ini.
Baca Juga: MSCI Kembali Soroti Transparansi Pasar RI, Rupiah Melemah dan IHSG Berfluktuasi
Laporan tersebut menyebutkan, pemerintah AS juga tengah menyiapkan permintaan anggaran tambahan (supplemental funding request) yang lebih luas untuk diajukan kepada Kongres dalam beberapa hari ke depan.
Selain mencakup kebutuhan Pentagon, proposal tersebut juga akan mengalokasikan dana bagi berbagai prioritas nonpertahanan, seperti bantuan untuk sektor pertanian dan penanganan bencana.
Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Sementara itu, Gedung Putih maupun Pentagon belum memberikan tanggapan resmi ketika dimintai komentar di luar jam kerja.
Baca Juga: BYD hingga Zeekr Percepat Ekspansi ke Pasar Setir Kanan, Jepang Terancam
Perang Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 oleh Presiden Donald Trump bersama Israel telah menimbulkan beban fiskal yang besar bagi pemerintah AS.
Pada April lalu, seorang pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa biaya konflik tersebut telah mencapai sekitar US$ 25 miliar. Angka tersebut menjadi estimasi resmi pertama yang dipublikasikan pemerintah terkait biaya perang.
Meski demikian, total biaya yang harus ditanggung AS akibat konflik tersebut masih menjadi perdebatan di Kongres.
Sebelumnya, usulan awal pemerintah untuk memperoleh tambahan pendanaan sebesar US$ 200 miliar mendapat penolakan keras dari sejumlah anggota parlemen.
Direktur Anggaran Gedung Putih Russell Vought dalam sidang Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat AS pada April lalu mengaku belum memiliki estimasi pasti mengenai total biaya perang Iran.
Baca Juga: Perdamaian AS-Iran Belum Mulus, Wapres AS Batalkan Pertemuan dengan Teheran
Pernyataan itu disampaikan saat ia membela usulan Presiden Trump terkait anggaran militer tahunan sebesar US$ 1,5 triliun.
Rencana anggaran tersebut mencerminkan prioritas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.
Partai tersebut berupaya mempertahankan mayoritas di Kongres di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap kenaikan biaya hidup, tingginya harga energi, serta beban keuangan yang ditimbulkan oleh perang Iran.













