kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

BTS Boikot Grammy 2027, Tolak Kategori Baru Musik Pop Asia


Kamis, 30 Juli 2026 / 18:46 WIB
BTS Boikot Grammy 2027, Tolak Kategori Baru Musik Pop Asia
ILUSTRASI. Grup K-pop asal Korea Selatan, BTS, memutuskan tidak akan mengajukan karya mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards ke-69 (Dok/Spotify)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup K-pop asal Korea Selatan, BTS, memutuskan tidak akan mengajukan karya mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards ke-69 yang akan digelar pada Februari 2027.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang diperkenalkan oleh penyelenggara Grammy.

Keputusan ini menjadi pertama kalinya BTS memilih tidak berpartisipasi dalam proses penghargaan Grammy. Masing-masing anggota grup mengumumkan keputusan tersebut melalui unggahan di Instagram pada Rabu (29/7/2026).

Dalam pernyataan mereka, BTS menegaskan bahwa musik seharusnya dinilai berdasarkan kualitas karya, bukan dibedakan berdasarkan wilayah atau bahasa.

"Kami telah memutuskan untuk tidak mengikuti Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa," tulis BTS.

Grammy Perkenalkan Kategori Musik Pop Asia

Sebelumnya, Recording Academy, penyelenggara Grammy Awards, pada 16 Juni lalu mengumumkan kategori baru Best Asian Pop Music Performance.

Kategori tersebut diperuntukkan bagi karya musik pop dari Korea Selatan, Jepang, China, dan negara-negara lain di kawasan Asia.

Dalam penjelasan di situs resmi Grammy disebutkan bahwa kategori ini dibuat untuk mengapresiasi pencapaian artistik dalam musik pop Asia.

"Kategori ini mengakui keunggulan artistik dalam penampilan musik pop Asia yang berasal dari atau diakui secara luas di pasar Asia, termasuk namun tidak terbatas pada K-pop, J-pop, dan C-pop, dengan penggunaan satu atau lebih bahasa Asia secara bermakna."

Baca Juga: Jerman Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Korban Tewas Capai 9.800 Orang

Recording Academy Kecewa atas Keputusan BTS

Menanggapi keputusan BTS, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengaku kecewa, tetapi tetap menghormati sikap grup tersebut.

"Saya sedih mendengar BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy tahun ini. Namun sebagai seorang kreator musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," ujar Mason.

Menurut Mason, perdebatan mengenai boikot BTS telah mengaburkan tujuan sebenarnya dari pembentukan kategori baru tersebut.

"Kategori Asian Pop dibuat untuk merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa karya musik pop yang lahir dari Asia. Semangat dari kategori baru ini adalah memberikan sorotan khusus kepada para artis penting tersebut. Semakin banyak kategori berarti semakin banyak karya seniman yang mendapatkan pengakuan. Tujuannya bukan untuk memisahkan, melainkan memperluas siapa saja yang dapat diakui oleh 15.000 pemilih Grammy," jelasnya.

Tetap Bisa Masuk Kategori Utama Grammy

Mason juga menegaskan bahwa pengajuan karya ke kategori Asian Pop tidak menghalangi artis untuk bersaing di kategori utama Grammy, seperti Record of the Year, Album of the Year, maupun Song of the Year.

"Kategori-kategori tersebut tetap terbuka bagi semua rekaman yang memenuhi syarat, tanpa memandang genre. Pengakuan di kategori genre dan kategori utama tidak saling meniadakan. Seorang artis sepenuhnya dapat mengejar keduanya," kata Mason.

Ia menambahkan Recording Academy tetap berkomitmen melayani komunitas musik global tanpa memandang asal negara maupun bahasa.

"Saya ingin menegaskan bahwa kami akan terus mendengarkan komunitas musik global dan berupaya memberikan penghormatan serta merayakan semua artis yang musiknya menggerakkan dunia," ujarnya.

Baca Juga: ​Apple Upgrade Resmi Meluncur, iPhone hingga Mac Kini Bisa Disewa Bulanan

BTS Tengah Menikmati Kebangkitan Karier

Keputusan BTS tersebut muncul di tengah kebangkitan karier mereka setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer.

Pada 20 Maret 2026, BTS merilis album comeback berjudul "ARIRANG", yang sukses besar di pasar global. Album tersebut menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 selama dua pekan berturut-turut, sekaligus mencetak rekor baru bagi grup K-pop.

Antusiasme penggemar juga terlihat dari penjualan tiket konser di Korea Selatan yang langsung habis pada masa prapenjualan Januari lalu. Tiket tur BTS di Amerika Utara dan Eropa juga ludes hanya dalam hitungan jam, menurut agensi Hybe.

Sebelumnya, pada American Music Awards ke-52 yang berlangsung pada Mei 2026, BTS berhasil mengalahkan Taylor Swift dan sejumlah musisi papan atas lainnya untuk meraih penghargaan Artist of the Year, sekaligus membawa pulang dua penghargaan lainnya.

BTS sendiri beranggotakan tujuh personel, yakni RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook, serta berada di bawah naungan Big Hit Music, label independen yang merupakan bagian dari Hybe.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×