Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen otomotif asal China semakin agresif memperluas ekspansi ke pasar kendaraan setir kanan, mulai dari Australia hingga Asia Tenggara.
Langkah ini dilakukan untuk menantang dominasi lama pabrikan Jepang melalui penawaran kendaraan listrik (electric vehicle/EV) premium yang menyasar konsumen kelas atas.
Strategi tersebut terlihat dalam ajang Hong Kong Auto Show yang dibuka pada Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Harga Emas Terjun Bebas: Keputusan The Fed Kunci Pergerakan Selanjutnya
Meski pameran berlangsung di tengah cuaca buruk dan tingkat kunjungan yang relatif sepi, sejumlah produsen otomotif China tetap memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk dan strategi ekspansi global mereka.
Produsen seperti BYD, Zeekr, Hongqi, dan MG memamerkan berbagai model kendaraan terbaru yang ditujukan untuk pasar luar negeri, khususnya negara-negara dengan sistem kemudi setir kanan yang selama ini didominasi merek Jepang seperti Toyota.
Chief Marketing Officer Zeekr Mars Chen mengatakan, pasar setir kanan seperti Hong Kong, Australia, dan Asia Tenggara menawarkan peluang besar karena tingkat adopsi kendaraan listrik yang sudah relatif tinggi.
"Semakin tinggi penetrasi kendaraan listrik di suatu pasar, semakin kuat pula pengenalan merek Zeekr," ujar Chen.
Baca Juga: Perdamaian AS-Iran Belum Mulus, Wapres AS Batalkan Pertemuan dengan Teheran
Menurutnya, daya tarik kendaraan Zeekr tidak hanya terletak pada harga, tetapi juga fitur premium seperti suspensi udara (air suspension) dan kursi pijat.
Dalam pameran tersebut, Zeekr menampilkan model andalannya, yakni 009 Grand dan 9X, sebagai bagian dari strategi "luxury, new prologue" yang menyasar konsumen global.
Ekspansi ke luar negeri menjadi semakin penting bagi produsen mobil China di tengah perlambatan pasar domestik.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan otomotif untuk mencari sumber pertumbuhan baru di pasar internasional.
Sebelumnya, BMW memangkas proyeksi bisnisnya untuk tahun 2026 dengan alasan pelemahan pasar otomotif China yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan.
Sementara itu, Dongfeng Motor mengumumkan rencana peluncuran 55 model kendaraan baru di pasar internasional dalam lima tahun mendatang.
Baca Juga: Bursa Asia Berpesta Jumat (19/6), Nikkei dan KOSPI Sentuh Rekor Tertinggi
Dominasi Jepang Mulai Tergerus
Selama puluhan tahun, jalanan Hong Kong identik dengan kendaraan Jepang. Toyota Crown Comfort menjadi armada taksi utama kota tersebut, sementara Toyota Alphard banyak digunakan oleh kalangan selebritas dan masyarakat berpenghasilan tinggi.
Namun, perubahan mulai terlihat seiring meningkatnya popularitas kendaraan listrik. Data Departemen Transportasi Hong Kong menunjukkan lebih dari 80% mobil pribadi baru yang terdaftar selama empat bulan pertama tahun ini merupakan kendaraan listrik.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi merek-merek China seperti BYD, GAC Aion, Zeekr, dan Denza untuk memperluas pangsa pasar mereka, baik di segmen armada maupun kendaraan premium.
Baca Juga: Hyundai Siap Kuasai 100% Boston Dynamics, Tebus Sisa Saham SoftBank US$ 325 Juta
BYD misalnya, berhasil memperkuat posisinya di pasar armada taksi Hong Kong dengan menggantikan sebagian kendaraan Toyota.
Sementara itu, penjualan Zeekr 009 dan Denza D9 secara gabungan telah melampaui penjualan Toyota Alphard selama periode Januari-April, menjadikannya pilihan baru bagi kalangan elite Hong Kong.
Analis UBS Paul Gong menilai, tingginya harga minyak sejak Maret lalu turut meningkatkan daya tarik kendaraan listrik buatan China di pasar global.
"Lonjakan harga energi telah menghidupkan kembali sektor kendaraan listrik China dan membuka peluang baru bagi produsen otomotif China di pasar internasional," ujarnya.
Baca Juga: Nikkei Jepang Cetak Rekor Baru Jumat (19/6), Reli Saham AI dan Chip Kian Menggila
Pangsa Pasar China Terus Meningkat
Data Asosiasi Mobil Penumpang China (China Passenger Car Association/CPCA) menunjukkan pangsa pasar Toyota di Asia Tenggara turun 1,4 poin persentase selama empat bulan pertama tahun ini. Di kawasan Oseania, pangsa pasar Toyota juga menyusut 4,1 poin persentase.
Sebaliknya, produsen otomotif China mencatatkan peningkatan pangsa pasar. Chery menambah pangsa pasarnya sebesar 1,7 poin persentase di Asia Tenggara, sementara BYD meningkatkan pangsa pasar di Oseania sebesar 2,5 poin persentase.
Menurut laporan PwC, penjualan kendaraan ringan di enam negara terbesar ASEAN mencapai 3,28 juta unit pada 2024. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa produsen mobil China semakin agresif menantang dominasi Jepang di kawasan tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Turun Lagi Jumat (19/6): Brent ke US$ 78,31 & WTI ke US$ 76,14
Seiring menguatnya posisi mereka di segmen kendaraan listrik massal, produsen China kini mulai membidik segmen premium dan mewah di pasar internasional.
Dalam Hong Kong Auto Show, FAW melalui merek Hongqi yang dikenal sebagai kendaraan para elite China memperkenalkan SUV listrik premium setir kanan E-HS9 serta model SUV mewah terbaru untuk pasar global.
Langkah ini menegaskan ambisi produsen otomotif China untuk memperluas pengaruhnya di pasar kendaraan premium dunia.













