Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - KYIV. Perusahaan baja terbesar di Ukraina, ArcelorMittal Kryvyi Rih, mengumumkan akan menutup dua pabrik penggilingan (rolling mills). Keputusan ini diambil akibat krisis energi yang dipicu oleh serangan Rusia serta meningkatnya biaya akibat aturan lingkungan dari Uni Eropa.
Dalam pernyataan pada Senin (16/3/2026), perusahaan yang merupakan anak usaha dari ArcelorMittal SA itu tidak menyebutkan jadwal pasti penutupan pabrik tersebut. Penutupan ini menambah daftar fasilitas yang sebelumnya telah diumumkan akan dihentikan operasinya bulan lalu.
Saat itu perusahaan menyatakan akan menghentikan operasional Casting and Mechanical Plant, salah satu perusahaan industri terbesar di Ukraina, serta Blooming shop, yang juga berada di negara tersebut.
Baca Juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiga Perusahaan China dan Iran Terkait Serangan Siber
Serangan militer dari Rusia selama perang telah menargetkan pembangkit listrik dan gardu induk di Ukraina. Akibatnya, pemerintah di Kyiv terpaksa membatasi pasokan listrik untuk dunia usaha dan meningkatkan impor listrik dari Uni Eropa.
Selain krisis energi, perusahaan juga menyoroti kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang mulai diberlakukan Uni Eropa pada Januari tanpa pengecualian atau masa transisi bagi produsen Ukraina.
CBAM merupakan mekanisme Uni Eropa untuk menetapkan harga karbon yang adil terhadap produk berintensitas karbon tinggi yang masuk ke wilayah blok tersebut.
Perusahaan menyatakan bahwa kondisi ekonomi yang sulit selama masa perang termasuk lonjakan biaya listrik dan penerapan CBAM memaksa manajemen mengambil sejumlah langkah krisis untuk menjaga kelangsungan finansial dan meningkatkan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, perusahaan akan menggabungkan operasi penggilingan baja ke jumlah pabrik yang lebih sedikit. Kebijakan ini juga berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja hingga sekitar 3.400 pekerja













