Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Raksasa perbankan Asia, Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) secara resmi mengumumkan peluncuran layanan baru yang memungkinkan klien institusional dan nasabah private banking mereka untuk membeli, menjual, dan menyimpan emas fisik langsung di Singapura mulai 10 Juni mendatang.
Melansir Reuters Senin (8/6/2026), langkah strategis ini diambil guna memperluas lini bisnis bank di tengah tren lonjakan permintaan komoditas emas (bullion) global.
Baca Juga: Ledakan Iran Guncang Pasar Minyak: Harga Brent dan WTI Kompak Melonjak 3%
Target Pasar dan Detail Skala Transaksi
Layanan eksklusif ini tidak ditujukan untuk pasar retail umum, melainkan dirancang khusus untuk segmen premium:
- Target Klien: Ditawarkan kepada klien institusional OCBC serta nasabah kategori high-net-worth (HNW) dan ultra-high-net-worth (UHNW) dari Bank of Singapore, yang merupakan lengan bisnis perbankan swasta (private banking) milik grup OCBC.
- Ukuran Komoditas: Klien dapat mentransaksikan emas batangan skala besar dengan ukuran standar internasional sekitar 400 ons troi (atau setara 12,4 kilogram) per batang, serta emas batangan ukuran standar satu kilogram (kilobars).
Baca Juga: Saham Teknologi Jatuh, Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 9% Pagi Ini
Jaminan Keamanan dengan Sistem Kepemilikan Alokasi Spesifik
Manajemen OCBC menegaskan bahwa seluruh aset emas fisik milik nasabah akan disimpan dengan protokol keamanan tingkat tinggi di dalam brankas khusus (vault) yang berbasis di Singapura.
Sistem kepemilikan yang diterapkan adalah Alokasi Spesifik (Allocated Gold). Melalui mekanisme ini, setiap emas batangan yang dibeli akan dilengkapi dengan nomor seri (serial number) resmi dan didaftarkan langsung atas nama klien secara spesifik.
Dengan demikian, nasabah secara hukum memiliki batangan fisik emas seutuhnya, bukan sekadar memiliki porsi saham dari kumpulan kolektif emas (pooled gold).
Baca Juga: Survei Ekonom Reuters: Prancis Diprediksi Tekuk Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Didorong oleh Lonjakan Permintaan Emas Global
Keputusan OCBC untuk meluncurkan layanan ini didukung oleh data fundamental pasar yang sangat kuat.
OCBC mengutip data terbaru dari Dewan Emas Dunia (World Gold Council) yang menunjukkan bahwa permintaan global terhadap emas batangan melonjak tajam hingga 50% pada kuartal pertama tahun 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kehadiran layanan baru ini kian memperkuat posisi Singapura sebagai salah satu pusat hub perdagangan dan pengelolaan aset komoditas berharga yang aman dan tepercaya di kawasan Asia Pasifik, khususnya di tengah situasi geopolitik dan makroekonomi global yang volatil.













