Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Kenaikan harga emas membuat pembelian fisik di India semakin terbatas minggu ini. Sementara pedagang di China menaikkan premi di atas harga internasional karena minat ritel kembali meningkat pasca periode liburan.
Di India, para pedagang mengenakan premi hingga US$ 6 per ons di atas harga resmi domestik, termasuk pajak impor 6% dan pajak penjualan 3%, turun dibandingkan premi minggu lalu yang mencapai US$ 15 per ons. Harga emas domestik diperdagangkan sekitar 138.000 rupee per 10 gram, tidak jauh dari rekor tertinggi 140.465 rupee.
“Pembelian perhiasan sangat terdampak oleh kenaikan harga. Pembeli eceran menunda pembelian,” kata Ashok Jain, pemilik pedagang grosir emas Chenaji Narsinghji di Mumbai.
Baca Juga: Harga Minyak Menguat 2 Hari Beruntun Jumat (9/1): WTI ke US$58,52 per Barel
Para perajin dan toko perhiasan melaporkan jumlah pengunjung yang sangat sedikit dan permintaan koin maupun batangan yang hanya marginal, menurut seorang pedagang bullion yang berbasis di Mumbai.
Sementara itu, di China, konsumen emas terbesar dunia, bullion diperdagangkan dengan premi hingga US$ 21 per ons di atas harga spot global minggu ini, naik signifikan dari premi US$ 3 per ons minggu lalu.
“Permintaan emas fisik di Asia menunjukkan kekuatan yang diperbarui minggu ini, terutama di China dan Hong Kong, mencerminkan kondisi pasokan yang lebih ketat dan meningkatnya minat ritel pasca liburan,” kata Bernard Sin, Direktur Regional Greater China, MKS PAMP.
Menurut Sin, akumulasi emas oleh bank sentral China terus menopang pasar, memperkuat persepsi bahwa permintaan emas China bukan hanya bersifat siklis, tetapi juga struktural.
Di Singapura, emas dijual dengan premi US$ 1,20– US$ 2,50 per ons. Di Hong Kong, premi berkisar US$ 2–US$ 3, sementara di Jepang, bullion diperdagangkan dengan diskon US$ 6 hingga premi US$ 1 per ons.
Harga emas acuan internasional turun pada hari yang sama, tetapi tetap menuju kenaikan mingguan lebih dari 3%.
Analis HSBC James Steel memperkirakan, permintaan perhiasan turun dalam tingkat dua digit pada 2025. “Kami menduga pemulihan pada 2026 dan 2027 akan bersifat lemah,” kata dia.
Baca Juga: Yuan China Menguat Tujuh Pekan, Reli Terpanjang Sejak 2020
Ia menambahkan, dengan harga di atas US$ 4.000 per ons, permintaan semakin tergerus. Bahkan penurunan harga signifikan mungkin tidak cukup untuk mendorong permintaan meningkat, karena pergeseran ke barang lebih ringan atau substitusi ke perhiasan platinum kemungkinan akan terus berlanjut.













