kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

OpenAI Ubah Kesepakatan dengan Pentagon, Sam Altman Tegaskan Batasan Penggunaan


Selasa, 03 Maret 2026 / 09:05 WIB
OpenAI Ubah Kesepakatan dengan Pentagon, Sam Altman Tegaskan Batasan Penggunaan
ILUSTRASI. OPENAI-COMPUTE/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - CEO OpenAI Sam Altman mengatakan, perusahaannya tengah melakukan perubahan pada perjanjian kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Dalam unggahan di X Senin (2/3/2026), Altman menyebut OpenAI bekerja sama dengan Departemen Pertahanan yang ia sebut sebagai “Department of War” untuk menambahkan ketentuan baru guna memperjelas prinsip-prinsip penggunaan teknologinya.

Baca Juga: Perang Iran Ancam Produksi Exxon Mobil, TotalEnergies, dan Shell

Salah satu tambahan dalam perjanjian tersebut menegaskan bahwa layanan OpenAI tidak akan digunakan oleh badan intelijen di bawah Departemen Pertahanan, seperti National Security Agency (NSA).

Jika ada kebutuhan penggunaan oleh lembaga tersebut, maka diperlukan perubahan kontrak lanjutan secara terpisah.

Pernyataan ini muncul sepekan setelah OpenAI mengumumkan kesepakatan untuk menggelar teknologinya di jaringan rahasia milik Departemen Pertahanan AS.

Baca Juga: Kongres AS Terbelah soal Aksi Militer ke Iran, Voting War Powers Digelar Pekan Ini

Langkah ini dipandang sebagai upaya OpenAI untuk menegaskan batas etis dan operasional dalam kerja sama dengan institusi pertahanan, di tengah meningkatnya sorotan terhadap peran kecerdasan buatan dalam sektor militer dan keamanan nasional.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×