kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.737   -54,00   -0,32%
  • IDX 8.352   -628,38   -7,00%
  • KOMPAS100 1.157   -82,72   -6,67%
  • LQ45 822   -54,24   -6,19%
  • ISSI 305   -25,66   -7,76%
  • IDX30 422   -21,81   -4,91%
  • IDXHIDIV20 499   -20,45   -3,94%
  • IDX80 128   -9,50   -6,90%
  • IDXV30 138   -5,53   -3,84%
  • IDXQ30 136   -6,49   -4,56%

Altman Nilai Penindakan Imigrasi AS Terlalu Berlebihan Usai Penembakan di Minnesota


Rabu, 28 Januari 2026 / 09:49 WIB
Altman Nilai Penindakan Imigrasi AS Terlalu Berlebihan Usai Penembakan di Minnesota
ILUSTRASI. Sam Altman, mantan CEO OpenAI (Carlos Barria/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan kepada karyawannya bahwa kebijakan penindakan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat telah “melampaui batas”, menyusul dua insiden penembakan mematikan di Minnesota dalam satu bulan terakhir.

Dalam pesan internal kepada karyawan OpenAI, Altman mengkritik keras pendekatan penegakan hukum imigrasi yang dinilainya tidak lagi membedakan antara deportasi terhadap pelaku kejahatan berat dan tindakan berlebihan terhadap warga sipil.

“Apa yang terjadi dengan ICE sudah terlalu jauh,” tulis Altman dalam pesan Slack kepada karyawan pembuat ChatGPT, seperti dikutip sumber yang mengetahui isi pesan tersebut.

“Ada perbedaan besar antara mendeportasi kriminal berbahaya dan apa yang terjadi sekarang, dan perbedaan itu harus ditegakkan dengan benar.”

Baca Juga: Reli Emas Berlanjut, Harga Capai US$5.200 Saat Dolar Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun

Pernyataan Altman muncul setelah agen federal menembak dan menewaskan seorang demonstran di Minneapolis pada akhir pekan lalu.

Insiden tersebut merupakan penembakan kedua dalam bulan ini yang melibatkan aparat federal, memicu gelombang kecaman publik terhadap tindakan ICE.

Lebih dari 60 CEO perusahaan besar telah menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan deeskalasi, setelah berminggu-minggu dunia korporasi AS memilih diam. Pesan Altman sendiri pertama kali dilaporkan oleh DealBook milik The New York Times.

“Saya mencintai Amerika Serikat dan nilai-nilainya tentang demokrasi dan kebebasan, dan saya akan mendukung negara ini semampu saya; OpenAI juga akan melakukan hal yang sama,” tulis Altman.

“Namun, bagian dari mencintai negara adalah kewajiban warga Amerika untuk melawan tindakan yang berlebihan.”

Baca Juga: Ekspor Anggur Australia Menyusut pada 2025, Konsumsi Alkohol Global Terus Turun

Pernyataan Altman juga muncul di tengah perpecahan internal di Khosla Ventures, salah satu investor awal OpenAI.

Pendiri Vinod Khosla dan mitra Ethan Choi secara terbuka menjauhkan diri dari pernyataan mitra mereka, Keith Rabois, yang sebelumnya menyebut bahwa penegak hukum tidak pernah menembak orang yang tidak bersalah dan mengklaim imigran ilegal melakukan kejahatan setiap hari.

Sejumlah perusahaan AS selama ini dinilai enggan mengkritik Presiden Donald Trump dalam masa jabatan keduanya. Sejak dimulainya “Operation Metro Surge” di Minneapolis pada Desember lalu, korporasi besar Minnesota relatif bungkam terhadap dampak kebijakan imigrasi tersebut, meski kota itu dikenal sebagai basis korporasi besar dan wilayah liberal.

Namun setelah penembakan kedua, pimpinan perusahaan seperti 3M, UnitedHealth Group, dan General Mills mulai menyerukan deeskalasi.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Baru di US$ 5.209, Begini Kata World Gold Council

Di sisi lain, lebih dari 450 karyawan dari perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta Platforms, Salesforce, dan OpenAI menandatangani surat terbuka yang mendesak pimpinan perusahaan mereka untuk menekan Gedung Putih agar menarik ICE dari kota-kota AS, membatalkan seluruh kontrak dengan ICE, serta bersuara terbuka menentang kekerasan aparat imigrasi.

“Presiden Trump adalah pemimpin yang kuat, dan saya berharap ia dapat bangkit pada momen ini dan mempersatukan negara,” tulis Altman menutup pesannya.

“Saya terdorong oleh respons dalam beberapa jam terakhir dan berharap kepercayaan publik bisa dibangun kembali melalui investigasi yang transparan.”

Selanjutnya: Erwin Ciputra Beli 400.000 Saham Petrosea (PTRO)

Menarik Dibaca: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×