kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Beige Book The Fed Ungkap Kondisi Ekonomi AS Terkini, Seperti Apa?


Kamis, 05 Maret 2026 / 04:23 WIB
Beige Book The Fed Ungkap Kondisi Ekonomi AS Terkini, Seperti Apa?


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Aktivitas ekonomi Amerika Serikat tercatat meningkat tipis dalam beberapa pekan terakhir. Namun di saat yang sama, harga-harga masih terus naik sementara tingkat ketenagakerjaan relatif stabil. Hal ini diungkapkan oleh Federal Reserve dalam laporan terbarunya yang dirilis Rabu (4/3).

Laporan tersebut juga menyoroti dampak kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Donald Trump yang memicu gangguan bagi dunia usaha dan pekerja di sejumlah wilayah, termasuk Minnesota.

Melansir Reuters, secara keseluruhan, bank sentral AS menilai prospek ekonomi masih cukup optimistis. Dalam laporan “Beige Book” terbaru, sebagian besar wilayah ekonomi di bawah pengawasan bank sentral memperkirakan pertumbuhan ringan hingga moderat dalam beberapa bulan mendatang.

Laporan Beige Book sendiri merupakan rangkuman kondisi ekonomi dari berbagai wilayah di Amerika Serikat. Data ini dikumpulkan melalui survei serta wawancara dengan pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan pemimpin bisnis di berbagai daerah.

Menurut laporan tersebut, pelaku usaha memperkirakan harga masih akan meningkat dalam waktu dekat, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan sebelumnya.

Data dalam laporan ini dihimpun hingga 23 Februari, atau setelah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian tarif global yang diberlakukan pemerintahan Trump. Data ini juga dikumpulkan sebelum konflik militer antara AS dan Israel dengan Iran mulai pecah.

Baca Juga: AS Bunuh Tokoh Iran yang Ingin Bunuh Presiden AS, Pentagon: Trump Tertawa Terakhir

Secara umum, laporan ini menggambarkan ekonomi AS yang tetap cukup tangguh meskipun menghadapi berbagai tekanan kebijakan. Di antaranya adalah tarif impor yang mendorong kenaikan harga serta kebijakan pengetatan imigrasi yang berdampak pada pasokan tenaga kerja dan, di beberapa wilayah seperti Minneapolis, turut menekan permintaan konsumen.

Dari 12 wilayah ekonomi yang diawasi bank sentral, tujuh wilayah melaporkan aktivitas ekonomi yang meningkat. Sementara lima wilayah lainnya mencatat kondisi ekonomi yang stagnan atau menurun, sedikit lebih lemah dibanding laporan sebelumnya pada Januari.

Pada pertemuan 27–28 Januari lalu, Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini diambil karena pasar tenaga kerja dinilai mulai stabil sementara inflasi masih relatif tinggi.

Sebelumnya, bank sentral telah menurunkan suku bunga dalam tiga pertemuan terakhir sepanjang 2025. Namun setelah itu, kebijakan tersebut dihentikan sementara.

Sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan sektor manufaktur masih tumbuh stabil. Namun harga grosir melonjak pada Januari dan belum terlihat tanda pelemahan yang signifikan di pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Kilang Minyak Terbesar di Arab Saudi Jadi Sasaran Serangan Drone

Karena itu, banyak analis memperkirakan bank sentral kembali mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 17–18 Maret, bahkan sebelum konflik dengan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.

Jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat kenaikan harga energi, bank sentral kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga lebih lama.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan terjadi pada pertemuan 28–29 Juli.

Pada saat itu, mantan gubernur bank sentral Kevin Warsh diperkirakan sudah menjabat sebagai pimpinan baru bank sentral AS. Trump pada Rabu juga telah mengajukan pencalonan Warsh ke Senat untuk menggantikan Ketua Jerome Powell.

Masa jabatan Powell sebagai pimpinan bank sentral dijadwalkan berakhir pada pertengahan Mei.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×