kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.886   -8,00   -0,05%
  • IDX 7.979   -37,59   -0,47%
  • KOMPAS100 1.120   -5,40   -0,48%
  • LQ45 812   -0,63   -0,08%
  • ISSI 284   -1,98   -0,69%
  • IDX30 430   0,55   0,13%
  • IDXHIDIV20 520   3,06   0,59%
  • IDX80 126   -0,42   -0,33%
  • IDXV30 141   0,53   0,37%
  • IDXQ30 138   0,49   0,36%

Warga AS di Iran Terancam, Aktivis Khawatir Jadi Alat Tawar di Tengah Eskalasi Perang


Selasa, 03 Maret 2026 / 08:43 WIB
Warga AS di Iran Terancam, Aktivis Khawatir Jadi Alat Tawar di Tengah Eskalasi Perang


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sedikitnya enam warga negara atau penduduk tetap Amerika Serikat saat ini ditahan di Iran, menurut kelompok advokasi tahanan.

Mereka dikhawatirkan berisiko dijadikan alat tawar politik di tengah eskalasi perang antara AS, Israel, dan Iran.

Kelompok pembela tahanan memperingatkan bahwa ribuan warga negara ganda AS-Iran dan pemegang green card diyakini masih berada di Iran, meski pemerintah AS berulang kali mengeluarkan peringatan agar tidak bepergian ke negara tersebut karena risiko penangkapan.

Baca Juga: PMI Manufaktur Korsel Ekspansi 3 Bulan Beruntun, Ditopang Lonjakan Produksi Chip

“Sejarah rezim Iran dalam memanfaatkan warga Amerika untuk tujuan politik sudah lama terjadi,” ujar Ryan Fayhee dari Foley Foundation dilansir Reuters Senin (2/3/2026).

“Saya membayangkan setiap warga Amerika berpotensi berada dalam risiko.”

Iran Tak Akui Kewarganegaraan Ganda

Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda, sehingga pemerintah asing tidak dapat memberikan perlindungan diplomatik atau layanan konsuler kepada warga yang juga memegang kewarganegaraan Iran.

Sumber yang mengetahui isu tersebut mengatakan Departemen Luar Negeri AS tidak mengetahui secara pasti berapa banyak warga Amerika yang saat ini berada di Iran.

Baca Juga: Kedubes AS di Riyadh Arab Saudi Diserang Drone, Trump Siapkan Respons

Fokus Trump pada Pembebasan Warga AS

Presiden Donald Trump menjadikan pembebasan warga Amerika yang ditahan secara tidak sah di luar negeri sebagai prioritas kebijakan luar negeri.

Gedung Putih menyebut lebih dari 70 warga Amerika telah dibebaskan sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari 2025.

Namun, belum ada pernyataan jelas mengenai langkah perlindungan bagi warga yang ditahan sejak dimulainya serangan terhadap Iran akhir pekan lalu.

Beberapa jam sebelum serangan AS-Israel dimulai, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menetapkan Iran sebagai negara sponsor penahanan tidak sah (wrongful detention) pertama berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump.

Penetapan itu berpotensi memicu larangan penggunaan paspor AS untuk perjalanan ke dan dari Iran, kecuali Teheran menghentikan praktik penyanderaan dan membebaskan seluruh warga Amerika yang ditahan.

Baca Juga: Belanja Modal Jepang Naik 6,5% di Kuartal IV, Topang Ekonomi yang Lesu

Tahanan di Penjara Evin

Menurut Elizabeth Richards dari Foley Foundation, sedikitnya enam warga negara ganda AS-Iran atau penduduk tetap sah AS diketahui ditahan di Penjara Evin di Teheran, fasilitas yang dikenal sebagai penjara bagi tahanan politik dan warga asing.

Beberapa di antaranya adalah:

Shahab Dalili, pemegang green card yang ditangkap pada 2016 dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan bekerja sama dengan pemerintah asing.

Reza Valizadeh, jurnalis warga ganda AS-Iran yang ditangkap pada 2024 setelah kembali ke Iran untuk mengunjungi orang tuanya dan divonis 10 tahun penjara atas tuduhan “kolaborasi dengan pemerintah musuh”.

Kamran Hekmati, pengusaha perhiasan berusia 70 tahun yang ditangkap tahun lalu dan divonis karena mengunjungi Israel, meski menurut kuasa hukumnya kunjungan terakhir terjadi 13 tahun sebelum penangkapannya.

Baca Juga: Perang Iran Tak Ada Tanda-Tanda Mereda, Merek Mewah Global Pilih Tutup Toko

Aktivis menyebut Iran kerap menambahkan tuduhan spionase untuk memberi sinyal bahwa pembebasan tahanan hanya mungkin terjadi melalui pertukaran dengan Washington.

Dengan meningkatnya aksi militer di kawasan, para advokat memperingatkan risiko bagi warga Amerika di Iran meningkat secara signifikan.

“Ketika terjadi aksi militer seperti ini, tingkat risiko bagi mereka melonjak secara eksponensial,” ujar Kieran Ramsey, mantan pejabat FBI yang kini aktif dalam advokasi pembebasan sandera.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×