kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.882   -12,00   -0,07%
  • IDX 8.041   23,91   0,30%
  • KOMPAS100 1.129   4,30   0,38%
  • LQ45 817   4,35   0,54%
  • ISSI 287   1,20   0,42%
  • IDX30 432   2,91   0,68%
  • IDXHIDIV20 522   4,18   0,81%
  • IDX80 127   0,61   0,49%
  • IDXV30 142   1,47   1,05%
  • IDXQ30 138   0,73   0,53%

Belanja Modal Jepang Naik 6,5% di Kuartal IV, Topang Ekonomi yang Lesu


Selasa, 03 Maret 2026 / 08:19 WIB
Belanja Modal Jepang Naik 6,5% di Kuartal IV, Topang Ekonomi yang Lesu


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan Jepang naik 6,5% secara tahunan pada kuartal IV 2025, menurut data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis Selasa (3/3/2026).

Kenaikan ini menunjukkan permintaan investasi tetap tangguh dan menopang perekonomian yang masih tumbuh tipis.

Data tersebut akan menjadi komponen dalam perhitungan revisi produk domestik bruto (PDB) yang dijadwalkan rilis pada 10 Maret.

Baca Juga: Dolar Rengkuh Kembali Posisi sebagai Aset Safe Haven, Ini Buktinya

Akselerasi dari Kuartal Sebelumnya

Pertumbuhan capex pada Oktober–Desember meningkat dibanding kuartal sebelumnya yang mencatat kenaikan 2,9% (year on year/YoY).

Secara kuartalan yang telah disesuaikan secara musiman, belanja modal tumbuh 3,5% dibanding periode Juli–September.

Sementara itu, penjualan korporasi naik 0,7% pada kuartal IV dibanding setahun sebelumnya, dan laba berulang (recurring profit) meningkat 4,7%.

Baca Juga: Perang Iran Tak Ada Tanda-Tanda Mereda, Merek Mewah Global Pilih Tutup Toko

Topang Permintaan Domestik

Belanja modal menjadi indikator penting pertumbuhan berbasis permintaan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi perusahaan relatif solid, didorong oleh kebutuhan mengganti peralatan lama yang kurang efisien serta mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat penyusutan populasi.

Keluarnya Jepang dari deflasi juga mendorong perusahaan mempercepat investasi, mengantisipasi kenaikan biaya modal di masa depan.

Baca Juga: AS Siapkan Sejumlah Langkah untuk Tekan Dampak Lonjakan Harga Minyak

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Data ini muncul di tengah upaya pemerintah mendorong investasi melalui belanja publik terarah pada sektor-sektor strategis yang dianggap penting bagi keamanan ekonomi.

Ekonom menilai langkah kebijakan seperti suntikan modal, subsidi, dan insentif pajak berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan.

Mizuho Research & Technologies memperkirakan kebijakan tersebut dapat meningkatkan belanja modal sekitar 1%, sehingga mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan suku bunga.

Lembaga tersebut memproyeksikan pertumbuhan riil belanja modal sebesar 2,7% pada tahun fiskal 2026 (mulai 1 April) dan 2,5% pada tahun fiskal 2027.

Sebelumnya, data awal menunjukkan ekonomi Jepang hanya tumbuh 0,2% secara tahunan pada kuartal IV, di bawah perkiraan pasar, karena inflasi menekan konsumsi dan kesepakatan tarif dengan AS belum signifikan mendorong ekspor.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×