kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Harga Minyak Global Naik Usai Trump Ancam Iran, Pasar Khawatir Pasokan Terganggu


Rabu, 10 Juni 2026 / 21:18 WIB
Harga Minyak Global Naik Usai Trump Ancam Iran, Pasar Khawatir Pasokan Terganggu
ILUSTRASI. NORWAY-SWF/ESG (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2025) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran menyusul saling serang antara kedua negara.

Ancaman tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko perang yang dapat mengganggu pasokan energi global.

Minyak mentah Brent naik 1% menjadi US$ 92,38 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,25% ke level US$ 89,30 per barel.

Kenaikan harga terjadi setelah Trump menuding Iran terlalu lambat mencapai kesepakatan dengan Washington.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Peningkatan Permintaan India

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan Teheran kini harus "membayar harga" karena gagal memanfaatkan peluang negosiasi yang menurutnya menguntungkan.

Laporan Fox News juga menyebut Trump hampir memerintahkan serangan baru terhadap sejumlah fasilitas vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

Pernyataan tersebut langsung mengubah fokus pasar dari upaya diplomasi menuju risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Pelaku pasar kini mencermati langkah lanjutan Washington dan dampaknya terhadap pasokan minyak global.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran sebelumnya sempat menekan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

Namun, ketidakpastian mengenai langkah Trump berikutnya membuat pasar kembali waspada.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah militer AS menyerang sejumlah target di Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter serang Apache milik AS.

Di sisi lain, Teheran memperingatkan akan melanjutkan aksi militer jika Israel terus menyerang kelompok Hizbullah di Lebanon.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Kamis (5/3) Pagi, Pasar Menimbang Efek Perang Terhadap Pasar Energi

Menurut analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, eskalasi terbaru tersebut kembali menambahkan premi risiko geopolitik ke pasar minyak.

"Meski upaya diplomatik masih berlangsung, pertukaran serangan terbaru telah menghidupkan kembali kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi," ujarnya.

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga mendapat dukungan dari penurunan stok minyak mentah AS.

Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun selama delapan pekan berturut-turut pada pekan lalu. Stok bensin juga tercatat menyusut, menandakan permintaan energi masih cukup kuat.

Namun, kenaikan harga masih tertahan oleh melemahnya impor minyak China serta mulai meningkatnya lalu lintas kapal di kawasan Teluk Persia. Meski demikian, volume pengiriman melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum konflik pecah.

Baca Juga: Harga Minyak Naik pada Selasa (17/2) Pagi, Pasar Cermati Pembicaraan Iran-AS

Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Iran hingga kini masih membatasi sebagian besar lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut, sementara AS menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di tengah ketidakpastian tersebut, analis JPMorgan memperkirakan harga minyak Brent akan bertahan di kisaran rata-rata US$100 per barel untuk sebagian besar sisa tahun 2026, seiring tingginya risiko geopolitik dan ketatnya pasokan global.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×