kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.823   40,00   0,22%
  • IDX 6.318   -47,20   -0,74%
  • KOMPAS100 829   -6,52   -0,78%
  • LQ45 629   -4,73   -0,75%
  • ISSI 219   -1,46   -0,66%
  • IDX30 353   -2,49   -0,70%
  • IDXHIDIV20 431   -3,17   -0,73%
  • IDX80 95   -0,69   -0,73%
  • IDXV30 119   -0,74   -0,61%
  • IDXQ30 112   -0,70   -0,62%

AS Perkuat Rantai Pasok, Investasi Asing di Sektor Manufaktur Meningkat


Selasa, 11 Agustus 2026 / 08:17 WIB
AS Perkuat Rantai Pasok, Investasi Asing di Sektor Manufaktur Meningkat
ILUSTRASI. Manufaktiir (Pabrik) Amerika Serikat (AS) (via REUTERS/L3Harris Technologies)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah memperkuat rantai pasok manufaktur domestik di tengah meningkatnya investasi asing.

Pemerintah AS berupaya mengidentifikasi celah pasokan serta membantu usaha kecil dan menengah meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil di Level Tertinggi Sepekan Selasa (11/8), Brent di US$87,81

Asisten Menteri Keuangan AS Chris Pilkerton dan Administrator Small Business Administration (SBA) Kelly Loeffler mengatakan, kebijakan tarif impor dan deregulasi yang diterapkan Presiden AS Donald Trump telah mendorong peningkatan investasi asing di sektor manufaktur.

Namun, peningkatan investasi tersebut perlu diikuti dengan ketersediaan komponen dan pemasok domestik agar produksi dapat berjalan secara optimal.

"Tarif dan deregulasi mendorong investasi asing di bidang manufaktur, tetapi penting untuk memastikan komponen yang dibutuhkan juga tersedia," kata Pilkerton dan Loeffler kepada Reuters, Senin (10/8/2026).

Keduanya menyampaikan pernyataan tersebut saat mengunjungi galangan kapal bersejarah di Philadelphia yang diakuisisi oleh Hanwha Ocean dan Hanwha Group pada Desember 2024 setelah melalui peninjauan Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS).

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik 3 Sesi Beruntun Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 2 Bulan

Hanwha Siapkan Investasi US$ 5 Miliar

David Kim, CEO Hanwha Philly Shipyard mengatakan, perusahaan berencana menginvestasikan US$ 5 miliar di fasilitas tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Investasi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja di galangan kapal dari sekitar 2.000 orang saat ini menjadi 10.000 pekerja.

Hanwha sejauh ini telah menggelontorkan lebih dari US$ 200 juta untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, kemampuan produksi dan kapasitas galangan.

Kim mengatakan perusahaan membutuhkan lebih dari 1.000 pemasok untuk membangun setiap kapal berukuran besar. Sekitar dua pertiga pemasok tersebut saat ini berasal dari AS.

Jumlah pemasok domestik diperkirakan dapat meningkat seiring dengan upaya Hanwha mempercepat produksi serta mengadopsi teknologi pembuatan kapal berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah digunakan di Korea Selatan.

Baca Juga: Intel Siapkan Aksi Jual Saham, Target Dana Tembus Rp267 Triliun

Pemerintah Dorong Pemasok Domestik

Pilkerton mengatakan pemerintah AS juga meluncurkan program baru bernama Strategic Vendor Program untuk memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mendukung keberlangsungan perusahaan yang memperoleh investasi asing di AS.

Program tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum memiliki panduan terperinci mengenai mekanisme identifikasi perusahaan pemasok yang akan dilibatkan.

Menurut Pilkerton, pemerintah perlu memastikan perusahaan benar-benar dapat memperoleh komponen yang dibutuhkan dari pemasok domestik.

"Berbicara mengenai rantai pasok pada tingkat yang tinggi adalah satu hal. Saya pikir semua orang menginginkannya, tetapi Anda perlu menemukan suku cadangnya," ujarnya.

Pilkerton mencontohkan perusahaan pendingin kuantum yang diakuisisi Bluefors, perusahaan asal Finlandia, di Syracuse, New York. Perusahaan tersebut mengaku kesulitan menemukan pemasok domestik untuk kompresor kering.

Selain memperkuat rantai pasok, pemerintahan Trump juga berupaya membuat proses peninjauan investasi asing oleh CFIUS menjadi lebih transparan dan cepat.

Departemen Keuangan AS pada Juli meluncurkan situs web baru untuk membantu perusahaan, investor dan penasihat hukum memahami proses evaluasi CFIUS terhadap akuisisi maupun investasi asing.

Baca Juga: UEFA vs FIFA Memanas: Ini Daftar Konflik Besar Keduanya

Pemerintah juga membentuk Known Investor Program untuk mengidentifikasi dan memberikan persetujuan lebih cepat kepada perusahaan yang telah berulang kali melakukan investasi di AS setelah melalui pemeriksaan mendalam pertama.

Sementara itu, Loeffler mengatakan SBA pada 2025 menyalurkan sekitar US$ 3 miliar pendanaan untuk produsen, termasuk US$ 32 juta bagi industri galangan kapal.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu industri manufaktur AS membangun kembali kapasitasnya setelah kehilangan sekitar 90.000 pabrik dan 5 juta lapangan kerja manufaktur dalam empat hingga lima dekade terakhir.




TERBARU

[X]
×