kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.860   94,00   0,53%
  • IDX 6.406   -35,56   -0,55%
  • KOMPAS100 838   -4,20   -0,50%
  • LQ45 636   -4,04   -0,63%
  • ISSI 223   -2,11   -0,94%
  • IDX30 354   -2,59   -0,73%
  • IDXHIDIV20 441   -3,08   -0,69%
  • IDX80 96   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 121   -0,28   -0,23%
  • IDXQ30 114   -1,01   -0,88%

ASX Rombak Manajemen, Percepat Transformasi Teknologi Bursa Australia


Senin, 21 September 2026 / 14:28 WIB
ASX Rombak Manajemen, Percepat Transformasi Teknologi Bursa Australia
ILUSTRASI. Australian Securities Exchange (Dok/ASX)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Operator bursa Australia, Australian Securities Exchange (ASX) melakukan perombakan jajaran eksekutif kurang dari sebulan setelah Anthony Attia menjabat sebagai chief executive officer (CEO).

Perubahan manajemen tersebut dilakukan ketika ASX tengah mempercepat transformasi teknologi dan berupaya mengatasi sejumlah gangguan perdagangan yang sempat terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Starbucks Bangun Pusat Teknologi Global di India, Buka 800 Lapangan Kerja

Mengutip Reuters, ASX pada Senin (21/9/2026) menunjuk Keir Barnes sebagai chief financial officer (CFO) baru untuk menggantikan Andrew Tobin yang akan pensiun.

Barnes sebelumnya berasal dari perusahaan pengembang properti Dexus.

ASX juga menunjuk Mark Peterson sebagai managing director untuk bisnis clearing and settlements. Posisi tersebut merupakan jabatan baru dalam struktur manajemen ASX.

Sementara itu, Elaine Vaisanen ditunjuk sebagai chief operating officer (COO) baru. COO ASX saat ini, Diona Rae, akan meninggalkan perusahaan.

Perombakan tersebut berlangsung ketika ASX berada di tengah proyek besar untuk memperbarui sistem teknologi penyelesaian transaksi yang sudah berusia puluhan tahun.

Sistem lama ASX, Clearing House Electronic Subregister System (CHESS), telah berusia sekitar tiga dekade dan menjadi bagian dari proyek modernisasi teknologi bursa. Sistem baru nantinya akan menggunakan teknologi yang lebih maju.

Baca Juga: Kasus Gagal Bayar Reksadana Guncang Turki, Ini yang Dilakukan Otoritas Pasar Modal

Upaya modernisasi menjadi semakin penting setelah ASX menghadapi sejumlah gangguan perdagangan.

Kegagalan proyek peningkatan sistem penyelesaian transaksi tersebut bahkan telah berlangsung selama lebih dari sembilan tahun dan mendapat kritik dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) serta Reserve Bank of Australia.

Pada Desember lalu, ASIC juga mengenakan tambahan persyaratan modal sebesar A$150 juta atau sekitar US$107 juta terhadap ASX.

CEO ASX Anthony Attia mengatakan, jajaran eksekutif baru memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk mempercepat fase berikutnya dalam pengembangan perusahaan sekaligus mengeksplorasi peluang pertumbuhan.

Attia sendiri baru mulai menjabat pada 1 September 2026. Ia bergabung dari Euronext setelah dewan ASX mencari kandidat internasional untuk membantu memulihkan reputasi operator bursa tersebut.

Dari sisi pasar, saham ASX telah menguat sekitar 10% sepanjang tahun ini. UBS pada pekan lalu menaikkan rekomendasi saham ASX menjadi buy dengan mempertimbangkan peningkatan volume perdagangan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Saham Teknologi Asia Menguat, Pasar Cermati Trump-Xi dan Keputusan BI

Peterson sebelumnya menjabat sebagai CEO New Zealand Exchange selama sembilan tahun hingga April 2026.

Sementara Vaisanen sebelumnya merupakan head of fund services JPMorgan untuk kawasan Asia Pasifik dan telah bekerja di bank tersebut selama 25 tahun.

Perubahan jajaran eksekutif tersebut menjadi bagian dari upaya ASX memperkuat operasional dan teknologi di tengah tuntutan untuk meningkatkan keandalan infrastruktur pasar modal Australia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×