kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.783   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.235   -86,97   -1,04%
  • KOMPAS100 1.158   -11,60   -0,99%
  • LQ45 838   -5,18   -0,61%
  • ISSI 293   -4,14   -1,40%
  • IDX30 443   -2,67   -0,60%
  • IDXHIDIV20 534   -1,42   -0,26%
  • IDX80 129   -1,09   -0,84%
  • IDXV30 144   -1,15   -0,79%
  • IDXQ30 143   -0,54   -0,37%

Sepatu On Bangun Pabrik Robot di Korea Selatan, Strategi Pangkas Risiko Rantai Pasok


Kamis, 26 Februari 2026 / 17:34 WIB
Sepatu On Bangun Pabrik Robot di Korea Selatan, Strategi Pangkas Risiko Rantai Pasok
ILUSTRASI. Sepatu On Holding AG (On Running) (REUTERS/Soo-hyeon Kim)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID – Merek sportswear asal Swiss, On Holding AG (On Running) membuka pabrik berbasis robot di Busan, Korea Selatan, sebagai bagian dari strategi mempercepat produksi sekaligus mengurangi risiko rantai pasok global.

Langkah ini dilakukan di tengah kenaikan tarif Amerika Serikat (AS), gangguan rantai pasok, serta meningkatnya risiko geopolitik yang mendorong banyak peritel dan produsen mempertimbangkan strategi nearshoring memindahkan produksi lebih dekat ke pasar utama.

Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal dan Drone, 20 Orang Terluka

Andalkan Otomatisasi dan Nearshoring

Co-founder On Caspar Coppetti mengatakan, otomatisasi memungkinkan perusahaan memproduksi sepatu lebih cepat, lebih ramah lingkungan, dan lebih dekat ke konsumen utama di AS dan Eropa.

Saat ini, sekitar 90% sepatu On diproduksi oleh manufaktur pihak ketiga di Vietnam dan 10% di Indonesia, menurut laporan tahunan terbaru perusahaan.

Menurut Coppetti, model manufaktur tradisional yang mengandalkan pengiriman sepatu jadi dari Asia Tenggara dan China ke AS dan Eropa semakin menghadapi tantangan biaya dan ketidakpastian kebijakan dagang.

On berencana membangun pabrik robot tambahan di AS dan Eropa guna menekan biaya tarif serta mempercepat distribusi.

Baca Juga: Seberapa Kuat Kemampuan Rudal Balistik Iran? Berikut Gambarannya

Pabrik Busan: 32 Robot, 1.000 Pasang per Hari

Pabrik baru di Busan dilengkapi 32 robot dan mampu memproduksi sekitar 1.000 pasang sepatu per hari.

Fasilitas ini merupakan ekspansi besar dibanding pabrik robot pertama On di Zurich yang hanya memiliki empat robot dan mulai beroperasi pada Juli tahun lalu.

Teknologi yang digunakan dikenal sebagai “LightSpray”, yakni lengan robot yang menyemprotkan material ke cetakan untuk membentuk bagian atas sepatu menyerupai kaus kaki.

Metode ini memangkas proses produksi tradisional yang biasanya terdiri dari sekitar 200 tahap di berbagai pabrik menjadi satu proses otomatis terintegrasi.

On pertama kali memperkenalkan sepatu maraton LightSpray pada Olimpiade Paris 2024.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Kamis (26/2), Pasar Tunggu Hasil Perundingan AS-Iran

Tekanan Tarif dan Persaingan Industri

Industri sportswear terpukul oleh tarif tinggi AS terhadap pusat produksi seperti Vietnam dan China dalam setahun terakhir.

Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif pekan lalu justru menciptakan ketidakpastian baru bagi peritel dan importir.

Di tengah persaingan ketat dengan raksasa seperti Nike dan Adidas dalam memproduksi sepatu maraton tercepat, On memasarkan LightSpray sebagai terobosan berkat bobotnya yang ringan.

Atlet sponsor On, Hellen Obiri, mengenakan sepatu tersebut saat menjuarai Maraton New York pada November lalu.

Didirikan pada 2010 di Swiss, On kini memanfaatkan otomasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan kecepatan ke pasar (speed to market), efisiensi biaya, dan keberlanjutan di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.

Selanjutnya: Targetkan Laba Tiga Kali Lipat pada 2028, Grab Andalkan AI dan Ekspansi Layanan

Menarik Dibaca: Jadwal Buka Puasa Kota Mojokerto Ramadan 26 Februari 2026




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×