Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Serangan drone Ukraina kembali menyasar sejumlah fasilitas energi dan industri di berbagai wilayah Rusia pada Minggu (31/5/2026). Otoritas Rusia menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari eskalasi kampanye Ukraina yang semakin intensif terhadap infrastruktur strategis Rusia.
Di wilayah Saratov, yang berada di sepanjang Sungai Volga dan memiliki sejumlah kilang minyak penting, Gubernur Roman Busargin mengatakan melalui Telegram bahwa serangan drone telah menyebabkan kerusakan pada infrastruktur sipil.
"Infrastruktur sipil mengalami kerusakan," ujar Busargin.
Saratov merupakan salah satu wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi target serangan Ukraina karena keberadaan fasilitas energi dan industri yang dinilai strategis bagi Rusia.
Baca Juga: Korea Selatan dan Jepang Bahas Perjanjian Logistik Militer
Sementara itu, di wilayah Kirov yang terletak di timur laut Moskow dan berjarak sekitar 1.300 kilometer dari wilayah Ukraina yang masih dikuasai Kyiv, Gubernur Alexander Sokolov melaporkan bahwa drone Ukraina menghantam sebuah fasilitas di Distrik Urzhumsky.
Serangan tersebut menunjukkan kemampuan Ukraina untuk menjangkau target yang berada jauh di dalam wilayah Rusia, jauh dari garis depan pertempuran yang berlangsung di perbatasan kedua negara.
Selain Saratov dan Kirov, para gubernur di wilayah Rostov, Voronezh, dan Belgorod—yang berbatasan langsung dengan Ukraina—juga melaporkan adanya serangan drone pada malam hari.
Di Belgorod, sedikitnya tiga warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Hingga kini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan di ketiga wilayah tersebut.
Baca Juga: China Gelar Patroli di Laut China Selatan, Filipina Siaga
Di Semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia, Gubernur Sergei Aksyonov yang didukung Moskow mengumumkan bahwa pemerintah setempat memberlakukan pembatasan penjualan bensin.
Aksyonov tidak menjelaskan alasan kebijakan tersebut. Namun, dalam beberapa bulan terakhir Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur bahan bakar dan energi di wilayah barat daya Rusia yang berdekatan dengan Krimea.













