kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

China Kerahkan Kapal Perang & Jet Tempur di Laut China Selatan, Ketegangan Meningkat


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 14:10 WIB
China Kerahkan Kapal Perang & Jet Tempur di Laut China Selatan, Ketegangan Meningkat
ILUSTRASI. Kapal Penjaga Pantai Filipina Usir Kapal China (Ist./@costguardph)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menggelar patroli tempur gabungan angkatan laut dan angkatan udara di sekitar Scarborough Shoal, wilayah sengketa di Laut China Selatan, pada Sabtu (1/8/2026).

Langkah ini disebut sebagai upaya meningkatkan kesiapan tempur sekaligus mempertahankan kedaulatan wilayah dan hak maritim China. 

Di saat yang sama, Beijing juga memperketat pengelolaan kawasan tersebut dengan menerbitkan aturan baru yang melarang berbagai aktivitas yang dinilai merusak lingkungan.

Baca Juga: Forum Keamanan ASEAN Dimulai, Perang Timur Tengah dan Laut China Selatan Jadi Sorotan

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China atau People's Liberation Army (PLA) dalam pernyataannya menyebutkan latihan militer dilakukan di wilayah udara dan perairan sekitar Scarborough Shoal, yang oleh China disebut Huangyan Dao.

Militer China menyatakan latihan tersebut merupakan respons yang dianggap perlu terhadap tindakan negara-negara tertentu yang dinilai mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan. Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan negara yang dimaksud.

Scarborough Shoal merupakan salah satu wilayah yang menjadi sengketa antara China dan Filipina. Manila mengklaim kawasan tersebut dengan nama Bajo de Masinloc.

"Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan tempur untuk mempertahankan kedaulatan wilayah dan hak maritim China," demikian pernyataan Komando Teater Selatan PLA.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Bayangi Pertemuan ASEAN, Ketegangan Laut China Selatan Memanas

Hingga berita ini ditulis, Kedutaan Besar Filipina di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait latihan militer China tersebut.

Selain menggelar latihan militer, pemerintah China juga mengumumkan kebijakan baru mengenai pengelolaan Cagar Alam Nasional Pulau Huangyan yang dibentuk pada September 2025. Informasi tersebut disampaikan kantor berita Xinhua.

Dalam kebijakan itu, China melarang berbagai aktivitas tanpa izin di kawasan konservasi tersebut, termasuk penangkapan ikan, kegiatan pertambangan, pengambilan terumbu karang, pengambilan kerang raksasa, serta aktivitas lain yang berpotensi merusak lingkungan.

Pemerintah China menegaskan setiap pelanggaran terhadap aturan tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga: China dan Filipina Saling Lempar Tuduhan Atas Laut China Selatan

Xinhua juga melaporkan bahwa Penjaga Pantai China (China Coast Guard) akan membentuk patroli rutin di sekitar kawasan cagar alam untuk menindak berbagai aktivitas ilegal serta memastikan aturan baru tersebut diterapkan secara konsisten.




TERBARU

[X]
×