kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

China dan Filipina Saling Lempar Tuduhan Atas Laut China Selatan


Minggu, 03 Mei 2026 / 15:57 WIB
China dan Filipina Saling Lempar Tuduhan Atas Laut China Selatan
ILUSTRASI. China menuduh Filipina mendaratkan personel di terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan. (Damir Sagolj/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menuduh Filipina mendaratkan personel di terumbu karang yang disengketakan di Laut China Selatan, sementara Manila mengatakan akan mengirimkan kapal untuk mengusir kapal-kapal China yang menurut mereka melakukan penelitian secara ilegal.

Mengutip Reuters Minggu (3/5/2026), pertikaian ini memperpanjang ketegangan yang meningkat antara China dan Filipina, sekutu AS, atas Sandy Cay, sebuah gosong pasir tak berpenghuni di Laut China Selatan.

Pada hari Minggu, Penjaga Pantai China mengatakan telah mengidentifikasi lima personel Filipina yang mendarat di Sandy Cay, sebuah tindakan yang oleh Beijing disebut ilegal, menurut media pemerintah Global Times. 

Baca Juga: OPEC+ Siap Setujui Kenaikan Kuota Produksi Minyak Ketiga Sejak Penutupan Selat Hormuz

Laporan tersebut tidak menyebutkan tindakan lebih lanjut apa yang telah diambil China.

Sementara itu, Manila pekan lalu mengatakan telah mengirimkan penjaga pantainya ke Sandy Cay setelah laporan media pemerintah menunjukkan personel penjaga pantai China tiba di Sandy Cay sambil membawa bendera China.

Hubungan antara China dan Filipina tegang karena sengketa teritorial di Laut China Selatan, di mana Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh jalur perairan tersebut.

Baca Juga: Pemegang Saham Berkshire Tolak Usulan Transparansi Karyawan, Setujui Gaji Eksekutif

Seorang juru bicara Penjaga Pantai Filipina mengatakan Manila telah mengidentifikasi empat kapal China yang melakukan apa yang disebutnya sebagai penelitian ilegal di perairannya dan mengancam akan mengerahkan pesawat dan kapal untuk memaksa mereka pergi.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan Kedutaan Besar Filipina di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×