kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Militer Filipina dan AS Gelar Patroli Bersama di Perairan Sengketa Laut China Selatan


Selasa, 27 Januari 2026 / 10:40 WIB
Militer Filipina dan AS Gelar Patroli Bersama di Perairan Sengketa Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kapal Penjaga Pantai Filipina Usir Kapal China (Ist./@costguardph)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MANILA. Militer Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar pelayaran dan latihan bersama di perairan sengketa Laut China Selatan, tepatnya di sekitar Scarborough Shoal, awal pekan ini. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dua negara sekutu tersebut.

Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan, pelayaran bersama itu dilakukan di perairan yang berada dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, meski wilayah tersebut juga diklaim China. 

Baca Juga: Tegang! Militer China Pantau Patroli Gabungan Filipina di Laut China Selatan

Ini merupakan kegiatan kerja sama maritim ke-11 antara Filipina dan AS sejak November 2023.

“Pelaksanaan kegiatan ini meningkatkan koordinasi, kemampuan taktis, dan saling pengertian antar pasukan sekutu,” ujar militer Filipina dalam pernyataannya.

Dalam latihan tersebut, Filipina mengerahkan fregat BRP Antonio Luna, satu kapal patroli lepas pantai penjaga pantai, dua pesawat militer, serta satu helikopter. 

Sementara itu, Komando Indo-Pasifik AS menurunkan kapal perusak berpeluru kendali USS John Finn kelas Arleigh Burke dan helikopter MH-60R Seahawk.

Baca Juga: Babak Baru Panasnya Laut China Selatan: AS dan Filipina Bentuk Satgas Perang!

Intensitas kerja sama militer Filipina dan AS meningkat signifikan di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr., seiring langkah Manila yang semakin mendekat ke Washington sebagai respons atas meningkatnya kehadiran China di Laut China Selatan.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, termasuk area yang tumpang tindih dengan ZEE milik Filipina serta sejumlah negara lain seperti Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×