Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MANILA. Militer Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar pelayaran dan latihan bersama di perairan sengketa Laut China Selatan, tepatnya di sekitar Scarborough Shoal, awal pekan ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dua negara sekutu tersebut.
Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan, pelayaran bersama itu dilakukan di perairan yang berada dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, meski wilayah tersebut juga diklaim China.
Baca Juga: Tegang! Militer China Pantau Patroli Gabungan Filipina di Laut China Selatan
Ini merupakan kegiatan kerja sama maritim ke-11 antara Filipina dan AS sejak November 2023.
“Pelaksanaan kegiatan ini meningkatkan koordinasi, kemampuan taktis, dan saling pengertian antar pasukan sekutu,” ujar militer Filipina dalam pernyataannya.
Dalam latihan tersebut, Filipina mengerahkan fregat BRP Antonio Luna, satu kapal patroli lepas pantai penjaga pantai, dua pesawat militer, serta satu helikopter.
Sementara itu, Komando Indo-Pasifik AS menurunkan kapal perusak berpeluru kendali USS John Finn kelas Arleigh Burke dan helikopter MH-60R Seahawk.
Baca Juga: Babak Baru Panasnya Laut China Selatan: AS dan Filipina Bentuk Satgas Perang!
Intensitas kerja sama militer Filipina dan AS meningkat signifikan di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr., seiring langkah Manila yang semakin mendekat ke Washington sebagai respons atas meningkatnya kehadiran China di Laut China Selatan.
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, termasuk area yang tumpang tindih dengan ZEE milik Filipina serta sejumlah negara lain seperti Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.












