kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Meta Siapkan PHK Besar hingga 20% Karyawan demi Tekan Biaya AI


Senin, 16 Maret 2026 / 22:35 WIB
Meta Siapkan PHK Besar hingga 20% Karyawan demi Tekan Biaya AI
ILUSTRASI. Meta (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham Meta Platforms melonjak hampir 3% pada perdagangan Senin (16/3/2026) setelah laporan Reuters menyebut perusahaan media sosial itu mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20% atau lebih dari total karyawan. 

Langkah tersebut disiapkan untuk menekan biaya setelah perusahaan menggelontorkan dana besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Jika terealisasi, pemangkasan tersebut akan menjadi yang terbesar sejak restrukturisasi akhir 2022 hingga awal 2023 yang disebut Meta sebagai “year of efficiency”, ketika sekitar 21.000 karyawan diberhentikan.

Langkah efisiensi ini berkaitan dengan ambisi Meta mengejar ketertinggalan dalam persaingan AI dengan perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Anthropic, dan Google. 

Baca Juga: Baidu PHK Besar-besaran di Tengah Persaingan AI dan Penurunan Pendapatan Iklan

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan meningkatkan investasi besar-besaran, termasuk membangun pusat data dan merekrut talenta AI.

Meta bahkan memperkirakan belanja modal hingga US$ 135 miliar pada 2026, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. 

Dana tersebut sebagian digunakan untuk memperkuat kapasitas komputasi cloud guna melatih dan menjalankan model AI. Pada hari yang sama, Meta juga mengumumkan kesepakatan layanan cloud hingga US$ 27 miliar dengan Nebius.

Meski investasi tersebut membantu meningkatkan kinerja alat periklanan dan penjualan perusahaan, Meta masih belum memiliki model AI yang mampu menyaingi para pemimpin industri. Model baru yang sedang dikembangkan, Avocado, dilaporkan belum memenuhi ekspektasi performa.

Analis Rosenblatt Securities, Barton Crockett, memperkirakan PHK sekitar 20% karyawan dapat menghasilkan penghematan hingga US$ 6 miliar atau meningkatkan laba operasional sekitar 5%. 

Baca Juga: Gelombang PHK Besar-besaran Melanda AS, Ini Daftar 17 Perusahaan yang Terdampak

"Pemangkasan ini bahkan bisa lebih besar jika AI benar-benar meningkatkan produktivitas karyawan," ujarnya.

Hingga akhir Desember, Meta memiliki sekitar 79.000 karyawan. Menanggapi laporan Reuters, perusahaan menyebut informasi tersebut sebagai laporan spekulatif tentang pendekatan teoritis.

Saham Meta diperdagangkan di kisaran US$ 629. Sepanjang tahun ini sahamnya masih turun sekitar 7%, setelah sebelumnya naik hampir 13% pada 2025.

Secara global, gelombang PHK terkait AI juga semakin meningkat. Sejak November, perusahaan teknologi telah mengumumkan lebih dari 61.000 pemutusan kerja yang dikaitkan dengan otomatisasi AI, termasuk di Amazon dan WiseTech Global.

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja pun semakin memanas. Pendiri Block Inc., Jack Dorsey, bahkan menyatakan teknologi tersebut mengubah cara perusahaan dibangun dan dijalankan setelah mengumumkan rencana memangkas hampir setengah karyawan perusahaannya.

Baca Juga: Omnicom PHK 4.000 Karyawan Pasca Akuisisi IPG US$13 Miliar

Namun sebagian analis menilai AI bisa saja hanya dijadikan alasan untuk rasionalisasi tenaga kerja yang memang sudah direncanakan sebelumnya. 

Meski begitu, mereka menilai Meta masih berada pada posisi kuat untuk bertransformasi menjadi organisasi yang semakin bertumpu pada AI, terutama setelah restrukturisasi besar pascapandemi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×