kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.888   53,00   0,30%
  • IDX 6.349   -26,12   -0,41%
  • KOMPAS100 827   -5,86   -0,70%
  • LQ45 629   -4,61   -0,73%
  • ISSI 220   -0,64   -0,29%
  • IDX30 348   -2,49   -0,71%
  • IDXHIDIV20 432   -2,19   -0,50%
  • IDX80 94   -0,62   -0,65%
  • IDXV30 119   0,06   0,05%
  • IDXQ30 112   -0,77   -0,68%

Harga Emas Spot Stabil di US$ 4.285 Kamis (24/9), Tunggu Arah Suku Bunga The Fed


Kamis, 24 September 2026 / 08:17 WIB
Harga Emas Spot Stabil di US$ 4.285 Kamis (24/9), Tunggu Arah Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pagi di Asia. Investor mencermati peluang Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini, setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan aktivitas bisnis dan tekanan inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di US$4.285,31 per ons troi pada pukul 00.22 GMT, relatif tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga nyaris tidak bergerak di US$4.321,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Bergerak Datar di Pagi Ini (24/9), Ini Sentimen yang Menopangnya

Harga emas mendapat tekanan dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Harga US Treasury turun pada perdagangan Rabu, sehingga yield meningkat tajam setelah data Purchasing Managers' Index (PMI) menunjukkan aktivitas bisnis AS tumbuh lebih kuat dari perkiraan.

Indeks S&P Global Flash US Composite PMI Output pada September melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2021.

Di saat yang sama, ukuran harga input yang dibayarkan perusahaan juga meningkat ke level tertinggi hampir empat tahun.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi dan penguatan ekonomi dapat mendorong The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Pelaku pasar bahkan meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga kedua secara beruntun pada akhir Oktober.

Baca Juga: AS dan China Perpanjang Gencatan Dagang hingga Januari 2027

Kenaikan suku bunga menjadi sentimen penting bagi pasar emas. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Sementara itu, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Iran dan AS masih memiliki perbedaan besar terkait upaya mengakhiri perang, meskipun diplomasi dinilai perlu terus dilanjutkan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Washington untuk kunjungan selama tiga hari.

Ketegangan perdagangan, teknologi dan hubungan China dengan Iran menjadi sejumlah isu yang membayangi pertemuan kedua negara.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,6% menjadi US$64,08 per ons troi. Harga platinum relatif stabil di US$1.749,47 per ons troi, sedangkan palladium naik 0,2% menjadi US$1.261,95 per ons troi.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang: Pertumbuhan Aktivitas Pabrik Melambat pada September




TERBARU

[X]
×