kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

China Tuduh Filipina Memutarbalikkan Fakta Insiden di Laut China Selatan


Rabu, 17 Desember 2025 / 17:31 WIB
China Tuduh Filipina Memutarbalikkan Fakta Insiden di Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kementerian Pertahanan China pada Rabu (17/12/2025) menuduh Filipina telah mendistorsi fakta terkait insiden yang melibatkan penjaga pantai China dan nelayan Filipina (Departemen Pertahanan Australia/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kementerian Pertahanan China pada Rabu (17/12/2025) menuduh Filipina telah mendistorsi fakta terkait insiden yang melibatkan penjaga pantai China dan nelayan Filipina di sekitar salah satu beting di Laut China Selatan.

Beijing menegaskan bahwa tindakan aparatnya bersifat “wajar dan sesuai hukum.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Penjaga Pantai Filipina melaporkan bahwa tiga nelayan Filipina mengalami luka-luka dan dua kapal ikan rusak akibat insiden yang terjadi di dekat Sabina Shoal pada Jumat lalu.

Baca Juga: China Vanke Ajukan Masa Tenggang 30 Hari untuk Obligasi Jatuh Tempo 15 Desember

Menurut Manila, kapal penjaga pantai China memutus tali jangkar kapal nelayan Filipina dan menyemprotkan meriam air ke arah mereka.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kementerian Pertahanan China menyatakan akan “mengambil langkah-langkah yang kuat dan efektif” terhadap setiap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran dan provokasi. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial resmi kementerian.

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Filipina di Beijing maupun Kementerian Pertahanan Filipina belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.


Tag


TERBARU

[X]
×