Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina hanya mampu mencegat satu dari 27 rudal balistik yang diluncurkan Rusia dalam serangan udara besar-besaran pada Sabtu (1/8/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan keterbatasan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab rendahnya kemampuan intersepsi tersebut, sementara ibu kota Kyiv menjadi sasaran utama serangan.
Zelenskiy menjelaskan, Rusia melancarkan serangan gabungan menggunakan total 35 rudal dan 185 drone serang ke berbagai wilayah Ukraina.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv Tiga Kali Sepekan, Krisis Rudal Pencegat Ukraina Kian Terlihat
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 rudal merupakan rudal balistik yang memiliki kecepatan tinggi dan lebih sulit dicegat.
Menurut Zelenskiy, sistem pertahanan udara Ukraina hanya berhasil menghancurkan satu rudal balistik yang ditembakkan Rusia dalam serangan tersebut.
Kondisi itu terjadi karena stok rudal pencegat untuk sistem Patriot yang dimiliki Ukraina sangat terbatas.
"Kami kekurangan rudal pencegat untuk sistem Patriot," ujar Zelenskiy.
Ia menambahkan, ibu kota Kyiv menjadi target utama dalam gelombang serangan terbaru Rusia.
Serangan itu merupakan bagian dari intensitas serangan udara yang terus dilakukan Moskow menggunakan kombinasi rudal dan drone untuk menekan kemampuan pertahanan Ukraina.
Baca Juga: Rusia Klaim Serang Tiga Pelabuhan Ukraina, Infrastruktur Militer Jadi Sasaran
Sistem pertahanan udara Patriot selama ini menjadi salah satu andalan Ukraina untuk menghadapi ancaman rudal balistik.
Namun, terbatasnya pasokan rudal pencegat membuat kemampuan negara itu dalam menghadapi serangan berskala besar menjadi semakin terbatas, terutama ketika Rusia meluncurkan puluhan rudal secara bersamaan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
