Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MOSCOW. Rusia memulai latihan militer berbasis nuklir selama tiga hari mulai Selasa, yang mencakup peluncuran rudal balistik dan rudal jelajah. Kegiatan ini diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Latihan tersebut melibatkan sekitar 64.000 personel militer serta 7.800 unit peralatan tempur, termasuk kendaraan peluncur rudal, pesawat tempur, kapal perang, hingga kapal selam strategis.
Menurut Ministry of Defence of the Russian Federation, latihan ini bertujuan untuk mensimulasikan “persiapan dan penggunaan kekuatan nuklir dalam situasi agresi”.
Berbagai elemen militer Rusia ikut serta dalam latihan ini, termasuk pasukan rudal strategis, armada Laut Utara dan Pasifik, penerbangan jarak jauh, serta unit dari wilayah militer Leningrad dan Central.
Baca Juga: Malaysia Tuntut Ganti Rugi US$251,76 Juta ke Norwegia Usai Pembatalan Sistem Rudal
Secara rinci, lebih dari 200 peluncur rudal, 140 pesawat, 73 kapal permukaan, dan 13 kapal selam dilibatkan dalam manuver tersebut. Di antara kapal selam yang terlibat, delapan di antaranya merupakan kapal selam nuklir strategis.
Latihan ini juga mencakup simulasi penggunaan senjata nuklir taktis Rusia yang telah ditempatkan di wilayah Belarus, menandai semakin dalamnya integrasi militer antara Moskow dan Minsk dalam kerangka pertahanan bersama.
Langkah ini dipandang sebagai unjuk kekuatan militer Rusia sekaligus sinyal strategis kepada negara-negara Barat, di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.













