Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Raksasa teknologi Alphabet Inc. melalui unit Google dikabarkan tengah menggandeng Blackstone Inc. untuk membentuk perusahaan layanan cloud berbasis kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat dengan dukungan pendanaan hingga US$ 5 miliar.
Laporan Wall Street Journal yang dikutip Reuters pada Senin (18/5/2026) menyebutkan, Blackstone akan menyuntikkan modal ekuitas sebesar US$5 miliar sekaligus memegang saham mayoritas dalam perusahaan baru tersebut.
Kesepakatan ini disebut-sebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
Dalam proyek itu, Google akan memasok infrastruktur utama, termasuk chip khusus AI miliknya yang dikenal sebagai Tensor Processing Units (TPU), serta perangkat lunak dan layanan pendukung lainnya untuk operasional perusahaan cloud AI tersebut.
Baca Juga: Belanja Alphabet Bisa Tembus US$185 Miliar, Bisnis Cloud Melejit di Tengah Perang AI
Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Hingga kini, Google maupun Blackstone juga belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut.
Langkah ini mempertegas agresivitas Google dalam memanfaatkan lonjakan permintaan komputasi berbasis AI global.
Sejumlah analis menilai Google mulai mengambil pangsa pasar signifikan dalam bisnis komputasi AI berkat pengembangan chip khusus dan layanan cloud yang makin diminati perusahaan teknologi.
Salah satu pelanggan utama yang disebut memanfaatkan teknologi AI Google adalah Anthropic, startup AI yang berkembang pesat dalam persaingan model kecerdasan buatan generatif.
Laporan tersebut juga menyebut eksekutif senior Google, Benjamin Treynor Sloss, akan ditunjuk sebagai CEO perusahaan baru itu.
Investasi jumbo di sektor AI sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Prospek Kinerja Metrodata (MTDL) Ditopang Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya
Pada bulan lalu, Amazon, Microsoft, dan Meta Platforms bersama Alphabet mengisyaratkan bahwa belanja untuk pengembangan AI belum akan melambat.
Total pengeluaran gabungan empat raksasa teknologi tersebut pada tahun ini bahkan diperkirakan menembus lebih dari US$700 miliar, naik dari estimasi sebelumnya sekitar US$ 600 miliar.













