kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Imbal Hasil Obligasi Zona Euro Melonjak, Bund Jerman Tembus Level Tertinggi 15 Tahun


Senin, 18 Mei 2026 / 23:28 WIB
Imbal Hasil Obligasi Zona Euro Melonjak, Bund Jerman Tembus Level Tertinggi 15 Tahun
ILUSTRASI. pasar obligasi (Shutterstock/Shutterstock)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi (yield) zona euro melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun pada perdagangan Senin (18/5/2026), seiring aksi jual obligasi global yang dipicu kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.

Melansir Reuters, Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun sebagai acuan utama zona euro sempat menyentuh 3,193%, level tertinggi dalam 15 tahun terakhir, sebelum bergerak turun tipis ke 3,16% pada perdagangan terakhir.

Baca Juga: Pakistan Sampaikan Proposal Damai Baru Iran ke AS, Negosiasi Masih Buntu

Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor bahwa kenaikan harga energi akibat konflik Iran dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan memicu pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh bank sentral.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Italia tenor 10 tahun turun 1 basis poin ke 3,93%, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank) Christine Lagarde menanggapi kondisi pasar dengan menyatakan bahwa volatilitas obligasi selalu menjadi perhatian otoritas moneter.

“Saya selalu khawatir, itu tugas saya,” ujarnya kepada wartawan saat dimintai komentar mengenai aksi jual obligasi.

Baca Juga: Petugas Kesehatan dari Berbagai Penjuru Dunia Bergerak Demi Cegah Wabah Ebola Meluas

Tekanan di pasar obligasi Eropa juga dipengaruhi faktor politik di Inggris, yang memicu kekhawatiran fiskal tambahan di kawasan.

Menurut analis pasar, kenaikan inflasi dan defisit anggaran telah lama menjadi isu latar belakang, namun ketidakpastian politik di Inggris mempercepat tekanan di pasar obligasi global.

Di sisi lain, pasar masih mencermati dampak konflik Iran terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi, terutama melalui kenaikan harga input dan output di sektor industri.

Sejumlah pelaku pasar memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) berpeluang besar menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya, dengan probabilitas mencapai sekitar 85%.

Baca Juga: Ekonomi ASEAN Terancam, US$ 13,1 Miliar Pajak Hilang Akibat Rokok Ilegal

Analis juga menilai pasar obligasi zona euro kemungkinan akan bergerak terbatas dalam beberapa hari ke depan, seiring investor menunggu rilis data ekonomi terbaru seperti indeks PMI, kepercayaan konsumen, dan survei iklim usaha Jerman (Ifo).

Fokus pasar kini tertuju pada sejauh mana tekanan inflasi akan merembes ke ekonomi riil, serta respons kebijakan bank sentral terhadap kenaikan harga yang terus berlangsung.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×