Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Harga minyak melanjutkan kenaikannya di awal pekan ini karena upaya untuk mengakhiri perang Iran tampaknya telah terhenti, setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA) diserang dan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan membahas opsi militer terhadap Iran.
Senin (18/5/2026) pukul 14.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2026 naik US$ 1,65 atau 1,51% menjadi US$ 110,91 per barel. Brent sempat menyentuh level US$ 112 per barel, posisi tertinggi sejak 5 Mei 2026.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 berada di US$ 107,42 per barel, menguat US$ 2 atau 1,9%, setelah naik ke US$ 108,70, level tertinggi sejak 30 April. Kontrak bulan depan Juni berakhir pada hari Selasa (19/5/2026).
Kedua kontrak tersebut naik lebih dari 7% di minggu lalu karena harapan akan kesepakatan damai untuk mengakhiri serangan dan penyitaan kapal di sekitar jalur air utama Selat Hormuz meredup.
Baca Juga: Bursa Asia Tersungkur Dihantam Perang Iran dan Lonjakan Minyak
Pembicaraan pekan lalu antara Trump dan Presiden China Xi Jinping berakhir tanpa indikasi dari importir minyak terbesar di dunia itu bahwa hal tersebut akan membantu menyelesaikan konflik yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran.
Serangan pesawat tak berawak terhadap UEA dan Arab Saudi serta retorika dari Amerika Serikat (AS) dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik.
"Serangan pesawat tak berawak ini merupakan peringatan yang jelas - serangan AS atau Israel yang diperbarui terhadap Iran dapat memicu lebih banyak serangan proksi terhadap energi dan infrastruktur penting di Teluk oleh Iran atau proksi regionalnya," kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
Para pejabat UEA mengatakan mereka sedang "menyelidiki sumber serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah," menambahkan bahwa UEA memiliki hak penuh untuk menanggapi "serangan teroris" semacam itu.
Arab Saudi, yang mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udara Irak, memperingatkan akan mengambil langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk menanggapi setiap upaya pelanggaran kedaulatan dan keamanannya.
Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan 3.124 Drone Ukraina dalam Sepekan Terakhir
Trump diperkirakan akan bertemu dengan penasihat keamanan nasional utamanya pada hari Selasa untuk membahas opsi tindakan militer terkait Iran, lapor Axios.
Dalam langkah yang dapat mendukung harga minyak, pemerintahan Trump pada hari Sabtu mengizinkan berakhirnya pengecualian sanksi yang sebelumnya memungkinkan negara-negara termasuk India untuk membeli minyak Rusia yang diangkut melalui laut setelah perpanjangan selama sebulan.
"Kekhawatiran akan serangan baru terhadap Iran telah memperburuk kekhawatiran pasokan... Amerika Serikat membiarkan pengecualian sanksi Rusia berakhir tidak membantu," kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights.












