Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa kebijakan pemangkasan suku bunga kemungkinan harus ditunda hingga konflik dengan Iran berakhir. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara dengan majalah bisnis Fortune yang dipublikasikan pada Senin.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kondisi geopolitik saat ini menjadi faktor utama yang memengaruhi arah kebijakan ekonomi, termasuk keputusan terkait suku bunga.
“Anda tidak bisa benar-benar melihat angka-angka tersebut sampai perang berakhir,” ujar Trump, menekankan bahwa data ekonomi tidak dapat dinilai secara optimal selama konflik masih berlangsung.
Baca Juga: Uni Eropa Susun Aturan Baru untuk Kurangi Ketergantungan Industri terhadap China
Trump juga menyebut Iran sangat ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Namun, ia mengkritik pendekatan yang dianggap tidak konsisten dalam proses negosiasi.
“Iran ‘sangat ingin menandatangani’ kesepakatan gencatan senjata dengan AS. Namun mereka membuat kesepakatan, lalu mengirimkan Anda sebuah dokumen yang tidak memiliki hubungan dengan kesepakatan yang telah Anda buat,” kata Trump kepada Fortune.













