kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Harga BBM Kenya Mencekik: Transportasi Mogok, Ekonomi Terancam Lumpuh!


Senin, 18 Mei 2026 / 19:14 WIB
Harga BBM Kenya Mencekik: Transportasi Mogok, Ekonomi Terancam Lumpuh!
ILUSTRASI. Harga BBM yang naik tinggi di Kenya, sebagai efek krisis di Selat Hormuz, menimbulkan aksi unjuk rasa dan pemogokan (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - NAIROBI. Kenaikan harga komoditas energi global makin menekan ekonomi negara menengah dan negara miskin. Ini yang dirasakan para warga Kenya.

Akibat kenaikan harga bahan bakar yang dipicu perang Iran, terjadi gelombang unjuk rasa di beberapa kota di Kenya, Senin (18/5/2026). Selain itu, operator transportasi umum juga melakukan pemogokan.

Reuters melaporkan, pemogokan tersebut membuat para penumpang terlantar. Banyak orang terpaksa berjalan kaki ke tempat kerja.

Baca Juga: Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Perang Iran

Sebelumnya, Aliansi Sektor Transportasi Kenya mengatakan pada hari Minggu (17/5/2026), kendaraan umum yang berafiliasi dengan asosiasi anggotanya akan berhenti beroperasi mulai tengah malam waktu setempat.

Pemogokan transportasi umum ini dilakukan sebagai protes atas kenaikan harga bahan bakar terbaru. Otoritas Regulasi Energi dan Perminyakan Kenya pekan lalu menaikkan harga bahan bakar eceran hingga 23,5%.

Padahal sebelumnya, otoritas Kenya juga telah menaikkan harga bahan bakar hingga 24,2%. Penyebabnya, konflik di Timur Tengah menekan pasokan minyak dan gas global.

Baca Juga: Rupiah dan Rupee India Sama-Sama Anjlok ke Rekor Terendah terhadap Dolar AS

Pada Senin waktu setempat, jalan-jalan menuju ibu kota Nairobi diblokir oleh operator transportasi yang mogok dan kelompok-kelompok pengunjuk rasa yang tersebar. Otoritas polisi mengatakan akan bertindak untuk mengatasi gangguan apa pun.

Polisi menembakkan gas air mata di beberapa daerah. Sementara beberapa pengunjuk rasa membakar ban untuk memutus akses ke jalan-jalan utama. Aksi ini memperburuk kemacetan dan membuat banyak penumpang terlantar.

Di Mombasa, kota pelabuhan utama Kenya, pemogokan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keterlambatan rantai pasokan.

Baca Juga: Penyanyi Asal Kolombia Shakira Dibebaskan dari Tuduhan Penipuan Pajak di Spanyol

Menteri Keuangan Kenya John Mbadi mengatakan kepada stasiun televisi Citizen TV, kementerian keuangan dan kementerian energi berharap dapat bertemu dengan operator transportasi umum untuk membahas solusi. Pemerintah Kenya juga menegaskan harga bahan bakar saat ini sudah disubsidi.

Kenya mengimpor hampir semua produk bahan bakarnya dari Timur Tengah melalui kesepakatan antar pemerintah dengan pemasok dari negara-negara Teluk.

Kenaikan harga bahan bakar telah secara tajam menaikkan tarif transportasi dan mendorong kenaikan biaya barang-barang kebutuhan pokok. Kondisi ini memperdalam tekanan pada rumah tangga yang sudah berjuang dengan tingginya biaya hidup.

Baca Juga: Trump: AS Seharusnya Pegang Saham Lebih Besar di Intel

Pekerja humas Gabriel Odhiambo, 24 tahun, mengatakan biaya transportasinya telah naik berlipat ganda. Selain itu, harga makanan juga naik. Empat buah tomat sekarang berharga 60 shilling, sekitar Rp 8.179, naik tiga kali lipat dari sebelumnya.

Kenya menaikkan harga bensin super di Nairobi menjadi 214,25 shilling Kenya, sekitar Rp 29.206 per liter, dari sebelumnya 206,97 shilling. Harga solar naik menjadi 242,92 shilling dari sebelumnya 196,63 shilling untuk siklus 15 Mei-14 Juni, Sementara harga minyak tanah tetap tidak berubah yaitu 152,78 shilling.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×