kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.665   79,00   0,45%
  • IDX 6.553   -170,29   -2,53%
  • KOMPAS100 866   -27,12   -3,04%
  • LQ45 643   -14,64   -2,23%
  • ISSI 237   -6,29   -2,59%
  • IDX30 364   -7,11   -1,92%
  • IDXHIDIV20 449   -6,18   -1,36%
  • IDX80 99   -2,62   -2,57%
  • IDXV30 128   -1,67   -1,29%
  • IDXQ30 117   -1,90   -1,59%

WHO Tetapkan Darurat Ebola, Vaksin untuk Virus Ini Belum Tersedia


Senin, 18 Mei 2026 / 07:51 WIB
WHO Tetapkan Darurat Ebola, Vaksin untuk Virus Ini Belum Tersedia
ILUSTRASI. Vaksinasi Ebola (Olivia Acland/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau public health emergency of international concern (PHEIC). 

Keputusan itu diambil setelah sedikitnya 80 kematian diduga terkait wabah virus Ebola tipe Bundibugyo.

WHO menilai risiko penyebaran wabah ke negara-negara sekitar sangat tinggi, meski situasinya belum memenuhi kriteria pandemi global.

"Wabah ini bersifat luar biasa karena belum ada vaksin maupun terapi khusus yang disetujui untuk virus Bundibugyo," tegas WHO dalam pernyataannya.

Hingga Sabtu, WHO mencatat terdapat 246 kasus suspek, delapan kasus terkonfirmasi laboratorium, dan 80 kematian di Provinsi Ituri, Kongo timur. Penyebaran terjadi setidaknya di tiga zona kesehatan, yakni Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu.

Baca Juga: WHO Deklarasikan Wabah Ebola di Kongo-Uganda sebagai Darurat Global

Kelompok pemberontak M23 juga melaporkan satu kasus terkonfirmasi di Kota Goma, wilayah strategis di timur Kongo yang berbatasan dengan Rwanda.

WHO memperingatkan wabah kali ini berpotensi jauh lebih besar dibanding laporan awal. Tingginya tingkat positif dari sampel awal dan terus bertambahnya kasus suspek menjadi sinyal penyebaran virus masih berlangsung aktif.

Virus Bundibugyo merupakan salah satu jenis Ebola yang lebih jarang muncul dibanding strain Zaire, yang selama ini mendominasi wabah di Kongo. Dari 17 wabah Ebola yang pernah terjadi di negara tersebut sejak virus pertama kali ditemukan pada 1976, hampir seluruhnya dipicu strain Zaire.

Di Uganda, WHO melaporkan dua kasus terkonfirmasi di ibu kota Kampala, termasuk satu kematian. Kedua pasien diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Kongo.

WHO menyebut penularan lintas negara sudah mulai terdeteksi. Karena itu, badan kesehatan PBB tersebut meminta seluruh negara di kawasan segera mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional, memperketat pengawasan lintas perbatasan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan di jalur-jalur utama.

Meski demikian, WHO meminta negara-negara tidak menutup perbatasan atau membatasi perdagangan dan perjalanan internasional.

"Penutupan perbatasan justru dapat memicu jalur penyeberangan ilegal yang tidak terpantau," kata WHO.

Baca Juga: Kongo Konfirmasi Wabah Ebola Baru, 80 Orang Meninggal

Lembaga itu juga meminta seluruh kasus terkonfirmasi segera diisolasi dan seluruh kontak erat dipantau setiap hari. Orang yang terpapar virus diminta tidak melakukan perjalanan internasional setidaknya selama 21 hari sejak kontak terakhir.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention mengaktifkan pusat respons darurat dan akan menambah personel di Kongo maupun Uganda untuk membantu penanganan wabah.

Media kesehatan STAT News melaporkan sejumlah warga Amerika di Kongo diduga terpapar kasus Ebola dengan tingkat risiko tinggi. 

Pemerintah AS disebut sedang menyiapkan evakuasi medis terhadap mereka, kemungkinan menuju pangkalan militer di Jerman. Namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kedutaan Besar AS di Kongo juga mengeluarkan peringatan kesehatan dan meminta warga Amerika tidak bepergian ke Provinsi Ituri. "Jangan melakukan perjalanan ke wilayah ini dengan alasan apa pun," demikian peringatan Kedutaan AS.

Baca Juga: Peringatan WHO: Wabah Ebola di Kongo & Uganda Capai Level Tertinggi

Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention Jean Kaseya mengatakan pihaknya telah meminta panduan teknis tambahan terkait kemungkinan penetapan darurat kesehatan tingkat benua Afrika.

Ebola merupakan penyakit mematikan yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, benda yang terkontaminasi, maupun jenazah korban. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri tubuh, muntah, dan diare.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×