kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.430   -293,27   -4,36%
  • KOMPAS100 853   -40,07   -4,49%
  • LQ45 635   -23,14   -3,52%
  • ISSI 232   -10,62   -4,37%
  • IDX30 360   -11,70   -3,15%
  • IDXHIDIV20 444   -11,01   -2,42%
  • IDX80 98   -4,21   -4,13%
  • IDXV30 126   -3,33   -2,57%
  • IDXQ30 116   -3,25   -2,72%

Australia Blokir Pengaruh China di Tambang Rare Earth Northern Minerals


Senin, 18 Mei 2026 / 09:14 WIB
Australia Blokir Pengaruh China di Tambang Rare Earth Northern Minerals
ILUSTRASI. Bendahara (Treasurer) Australia Jim Chalmers pada Senin (18/5/2026) mengatakan bahwa ia telah mengeluarkan perintah kepada enam pemegang saham untuk melepas kepemilikan mereka di Northern Minerals. ( REUTERS/David Becker)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Bendahara (Treasurer) Australia Jim Chalmers pada Senin (18/5/2026) mengatakan bahwa ia telah mengeluarkan perintah kepada enam pemegang saham untuk melepas kepemilikan mereka di Northern Minerals, setelah muncul kekhawatiran bahwa pihak-pihak terkait China berupaya mengambil alih kendali perusahaan tambang rare earth tersebut.

Reuters melaporkan, Northern Minerals tengah mengembangkan proyek rare earth berat Browns Range di Australia Barat, pada saat negara-negara Barat berupaya mengurangi dominasi China dalam sektor ini. Rare earth berat sangat penting bagi industri seperti semikonduktor dan pertahanan.

Chalmers mengatakan keputusan tersebut bertujuan melindungi kepentingan nasional Australia serta memastikan kepatuhan terhadap kerangka aturan investasi asing.

“Kami menjalankan kerangka investasi asing yang kuat dan tidak diskriminatif, dan akan mengambil tindakan lanjutan jika diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional kami terkait masalah ini,” ujar Chalmers dalam pernyataannya.

Northern Minerals menyatakan pihaknya mengetahui adanya perintah dari Treasurer tersebut dan sedang mempertimbangkan langkah berikutnya.

Baca Juga: Harga Rumah Baru China Turun Paling Lambat dalam Setahun pada April 2026

Saham Northern Minerals turun lebih dari 8% menjadi A$0,022, dan diperdagangkan pada level kurang dari setengah harga penerbitan saham baru melalui penempatan (placement) yang dilakukan pada Oktober lalu.

Perusahaan ini telah menjadi sasaran beberapa intervensi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terkait struktur pemegang sahamnya. Intervensi pertama terjadi pada 2024, ketika pemerintah mewajibkan lima pihak China melepas saham mereka di perusahaan tersebut dengan alasan kepentingan nasional.

Namun, sebagian pihak tersebut saat itu menjual sahamnya kepada pihak terkait, yakni investor berbasis Hong Kong bernama Ying Tak, demikian temuan otoritas Australia. Chalmers kemudian mengeluarkan perintah sementara pada April terhadap Ying Tak, yang membatasi hak perusahaan tersebut untuk memberikan suara dalam rapat tahunan Northern Minerals serta melarang penjualan sahamnya.

Ying Tak termasuk di antara enam perusahaan yang kini disebut dalam perintah penjualan saham pada Senin.

Tonton: Rupiah Tembus Rp 17.600, DPR Minta BI Naikkan Suku Bunga!

Reuters tidak dapat menghubungi Ying Tak untuk dimintai komentar. Perusahaan tersebut tidak mencantumkan nomor telepon maupun alamat email dalam registri perusahaan Hong Kong.

Data Utama Kasus Northern Minerals 

Item Detail
Perusahaan Northern Minerals
Lokasi proyek Browns Range, Australia Barat
Komoditas Rare earth berat (heavy rare earths)
Alasan divestasi Kekhawatiran pihak terkait China mencoba mengambil kontrol
Jumlah pemegang saham diperintahkan jual 6 pihak
Tokoh yang mengeluarkan perintah Treasurer Australia Jim Chalmers




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×