kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.969   -26,00   -0,15%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Australia Prioritaskan Antimoni, Galium, dan Rare Earth di Cadangan Strategis


Senin, 12 Januari 2026 / 08:42 WIB
Australia Prioritaskan Antimoni, Galium, dan Rare Earth di Cadangan Strategis
ILUSTRASI. Mineral logam tanah jarang atau rare earth (Wikipedia/USDA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Australia akan memprioritaskan antimoni, galium, dan unsur tanah jarang (rare earth elements) sebagai bagian dari cadangan strategis senilai A$1,2 miliar (sekitar US$802 juta), demikian diumumkan pada Senin (12/1/2026).

Langkah ini dilakukan menjelang pertemuan Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, dengan kelompok negara G7 untuk membahas isu mineral kritis.

Baca Juga: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Australia, bersama sejumlah negara lain, akan menghadiri pertemuan menteri keuangan G7 yang digelar di Washington pada Senin, menurut pernyataan Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, akhir pekan lalu. G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, serta Uni Eropa.

Sebagian besar anggota G7 sangat bergantung pada pasokan rare earth dari China. Tahun lalu, kelompok ini menyepakati rencana aksi untuk mengamankan rantai pasok mineral kritis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Australia, yang memiliki pasokan melimpah sejumlah mineral strategis, tengah mengembangkan cadangan strategis yang nantinya akan disediakan untuk negara sekutu.

Mineral yang menjadi fokus awal sangat penting untuk energi bersih, manufaktur teknologi tinggi, dan peralatan militer canggih, menurut pernyataan kantor Menteri Keuangan Australia.

Baca Juga: Protes Iran Terbesar Sejak 2022: 500 Orang Tewas, Ketegangan dengan AS Memuncak

“Cadangan ini akan beroperasi dengan cara mengamankan hak atas mineral yang diproduksi di Australia, kemudian menjual kembali hak tersebut sesuai permintaan, sekaligus mendorong sektor mineral kritis Australia dan memperkuat rantai pasok yang andal bagi mitra dagang kami,” kata pernyataan itu.

Pada Oktober 2025, Australia menandatangani kesepakatan dengan AS untuk menyaingi dominasi China di sektor mineral kritis.

Kesepakatan ini mencakup proyek senilai US$8,5 miliar dan memanfaatkan cadangan strategis Australia, yang akan memasok logam-logam yang rentan terhadap gangguan pasokan.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×