kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.875   29,00   0,17%
  • IDX 8.957   20,36   0,23%
  • KOMPAS100 1.236   6,43   0,52%
  • LQ45 872   3,83   0,44%
  • ISSI 326   1,74   0,54%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 521   3,79   0,73%
  • IDX80 138   0,76   0,56%
  • IDXV30 145   1,10   0,76%
  • IDXQ30 142   1,16   0,82%

Australia Prioritaskan Antimoni, Galium, dan Rare Earth di Cadangan Strategis


Senin, 12 Januari 2026 / 08:42 WIB
Australia Prioritaskan Antimoni, Galium, dan Rare Earth di Cadangan Strategis
ILUSTRASI. Mineral logam tanah jarang atau rare earth (Wikipedia/USDA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Australia akan memprioritaskan antimoni, galium, dan unsur tanah jarang (rare earth elements) sebagai bagian dari cadangan strategis senilai A$1,2 miliar (sekitar US$802 juta), demikian diumumkan pada Senin (12/1/2026).

Langkah ini dilakukan menjelang pertemuan Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, dengan kelompok negara G7 untuk membahas isu mineral kritis.

Baca Juga: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Australia, bersama sejumlah negara lain, akan menghadiri pertemuan menteri keuangan G7 yang digelar di Washington pada Senin, menurut pernyataan Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, akhir pekan lalu. G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, serta Uni Eropa.

Sebagian besar anggota G7 sangat bergantung pada pasokan rare earth dari China. Tahun lalu, kelompok ini menyepakati rencana aksi untuk mengamankan rantai pasok mineral kritis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Australia, yang memiliki pasokan melimpah sejumlah mineral strategis, tengah mengembangkan cadangan strategis yang nantinya akan disediakan untuk negara sekutu.

Mineral yang menjadi fokus awal sangat penting untuk energi bersih, manufaktur teknologi tinggi, dan peralatan militer canggih, menurut pernyataan kantor Menteri Keuangan Australia.

Baca Juga: Protes Iran Terbesar Sejak 2022: 500 Orang Tewas, Ketegangan dengan AS Memuncak

“Cadangan ini akan beroperasi dengan cara mengamankan hak atas mineral yang diproduksi di Australia, kemudian menjual kembali hak tersebut sesuai permintaan, sekaligus mendorong sektor mineral kritis Australia dan memperkuat rantai pasok yang andal bagi mitra dagang kami,” kata pernyataan itu.

Pada Oktober 2025, Australia menandatangani kesepakatan dengan AS untuk menyaingi dominasi China di sektor mineral kritis.

Kesepakatan ini mencakup proyek senilai US$8,5 miliar dan memanfaatkan cadangan strategis Australia, yang akan memasok logam-logam yang rentan terhadap gangguan pasokan.

Selanjutnya: Integra (WOOD) Targetkan Laba Bersih Naik Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Pendapatan

Menarik Dibaca: 6 Drakor Ini Bongkar Kisah Nyata Hidup Kaum Difabel




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×