Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan dirinya mungkin akan menghalangi Exxon Mobil untuk berinvestasi di Venezuela menyusul pernyataan CEO perusahaan tersebut yang menyebut negara itu “tidak layak investasi” (uninvestable).
Melansir Reuters Senin (12/1/2026), pernyataan tersebut terlontar dalam pertemuan di Gedung Putih bersama para eksekutif industri minyak pekan lalu.
Baca Juga: Protes Iran Terbesar Sejak 2022: 500 Orang Tewas, Ketegangan dengan AS Memuncak
Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia “tidak menyukai respons Exxon” dan mempertimbangkan untuk menahan Exxon keluar dari pasar Venezuela.
Ia menilai komentar tersebut tidak mendukung upaya pemerintahannya untuk mendorong perusahaan-perusahaan minyak AS menanamkan modal besar demi membangkitkan kembali industri minyak Venezuela.
CEO ExxonMobil Darren Woods menyampaikan kepada Trump bahwa Venezuela membutuhkan perubahan hukum yang signifikan agar bisa menjadi opportunity investasi yang menarik.
Woods menekankan bahwa sistem hukum dan kerangka komersial saat ini belum memberikan jaminan yang cukup bagi investor besar.
“Kami pernah memiliki aset kami disita di sana dua kali, dan Anda bisa membayangkan bahwa untuk kembali untuk ketiga kalinya akan memerlukan perubahan besar dari apa yang secara historis kita lihat,” ujar Woods.
Baca Juga: Korea Selatan Periksa Lonjakan Deposito Dolar di Tengah Pelemahan Won
Ia menambahkan bahwa Venezuela masih memerlukan perlindungan investasi yang kuat dan reformasi undang‑undang hidrokarbon sebelum Exxon dapat serius mempertimbangkan investasi ulang di negara tersebut.
Belum ada komentar resmi dari Exxon atas pernyataan Trump tersebut. Namun, respons CEO Exxon menjadi pukulan terhadap tujuan Trump yang ingin meyakinkan perusahaan-perusahaan minyak AS agar menggelontorkan miliaran dolar untuk revitalisasi industri minyak Venezuela.













